Penanews.id, BANGKALAN- Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Mathur Khusairi kembali melakukan Serap Aspirasi (Reses) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Kali ini peserta jaring aspirasi itu adalah pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bangkalan. Kegiatan itu berlangsung di aula pertemuan Dinas Sosial (Dinsos). Senin, 8 Maret 2021.
Mathur mengatakan Program Keluarga Harapan diluncurkan oleh pemerintah sejak tahun 2007. Kini usianya sudah 14 tahun.
Secara umur, lanjut dia, program ini tidak baru lagi.
“Tentunya kita bisa menilai secara profesional bahwa pendamping PKH sangat membasis, bukan hanya di Bangkalan, tapi se Indonesia. Seharusnya data kemiskinan maupun bansos wujud dari APBN atau APBD tidak boleh lagi ada persoalan,” ujar dia.
Akan tetapi lanjut dia, Mathur mengaku hampir setiap hari selalu mendengar keluhan dari masyarakat soal data kemiskinan.
Dalam Reses ini, ujar dia, ini bukan dalam rangka mengoreksi kinerja pendamping PKH selama ini. Akan tetapi pihaknya ingin data kemiskinan segera di verifikasi dan valid.
“Data ini nanti kalau sudah valid bisa digunakan oleh OPD sebagai acuhan,” ujarnya.
Pihaknya kata Mathur sengaja memilih pendamping PKH dalam reses ini karena yang berkaitan langsung dengan program dibawah Kementerian Sosial (Kemensos) itu adalah mereka.
“Karena mereka yang resmi kemudian menangani program bantuan dari Pemerintah ya temen temen PKH, kalau yang lain tergantung kepala daerah,” ucapnya
Alasan Mathur reses dengan pendamping PKH ini ingin tau persoalan sebenarnya yang ada di masyarakat. Sehingga kadang ada gejolak, demo bahkan tudingan pemotongan.
“Ternyata tadi banyak persoalan yang muncul dari data base, dari awal negara kita ternyata tidak selesai seperti aplikasi yang bermunculan mempersulit kinerja teman teman, belum lagi yang berkepentingan, belum lagi menghadapi kepala desa. Alhamdulillah tadi banyak aspirasi yang saya serap sebagai bahan nanti kita sampaikan kepada OPD terkait dj Provinsi soal data kemiskinan di Bangkalan ini,” tutupnya.
Abdi








