• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Sabtu, 18 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Ekonomi

Pulihkan Ekonomi, Indonesia Terapkan Burden Sharing, Begini Penjelasannya

  • Rabu, 21 Oktober 2020 10:10
FacebookTwitterWhatsApp
kebijakan burden sharing sri mulyani

penanews.id, JAKARTA -Indonesia saat ini menjadi satu dari sedikit negara emerging market yang menerapkan kebijakan pembiayaan sebagian utang oleh bank sentral di tengah pandemi Covid-19. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional dapat membantu memberi sinyal positif kepada pasar bahwa kebijakan tersebut aman dan dapat diterapkan secara hati-hati. 

“Bank Dunia dan IMF diharapkan membantu memberi sinyal positif ke pasar, khususnya rating agencies dan investor bahwa kebijakan one-off burden sharing yang prudent dapat dilakukan dengan aman,” ujar Sri Mulyani dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (20/10).

Baca Juga:

Dana Masyarakat Ngendon di Bank Capai 690 Triliun, Jokowi: Tidak Baik Untuk Perekonomian

Sri Mulyani: Banyak Program Pemda Tak Bermanfaat ke Masyarakat

Dengan demikian, negara berkembang dan emerging market dapat mengoptimalkan kebijakan fiskal, makroprudensial, dan moneter untuk menghadapi krisis pandemi.

Di sisi lain, ia juga berharap tingkat bunga pembiayaan dari Bank Dunia dan IMF sehingga negara berkembang tidak dibebani dengan bunga tinggi.

“Bank Dunia dan IMF juga diharapkan dapat membantu negara berkembang dan emerging dengan financing, knowledge sharing, dan convening power yang dimiliki,” katanya. 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun menyampaikan bahwa Indonesia berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan SDM di tengah kondisi yang luar biasa saat ini. Investasi dalam modal manusia adalah kunci pertumbuhan ekonomi.

Sejak awal terjadinya pandemi, Indonesia fokus dalam memberikan perlindungan terhadap manusia meningkatkan anggaran, melebarkan defisit fiskal, dan memprioritaskan belanja kebutuhan darurat. Di saat bersamaan, menurut dia, pemerintah juga terus melakukan reformasi struktural. 

Ekonom Center Of Reform on Economics Yusuf Rendy Manilet menyebutkan bahwa secara kapasita,  Bank Dunia dan IMF bisa memberikan dukungan terhadap kebijakan burden sharing.

Namun, penilaian positif hanya akan diberikan jika memang kebijakan tersebut sesuai dengan prinsip yang dianut dalam kedua lembaga.

“Seperti misalnya kebijakan UU Ciptaker yang beberapa waktu lalu mendapat dukungan dari Bank Dunia,” kata Yusuf kepada Katadata.co.id, Selasa (20/10).

Menurut dia, kebijakan burden sharing bukan dilakukan tanpa alasan. Kemampuan pemerintah dalam membiayai terbatas, tetapi peningkatan belanja dibutuhkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sejauh ini, menurut dia, pasar telah menerima kebijakan burden sharing pemerintah dan BI, terlihat dari aliran dana asing yang kembali masuk ke instrumen portofolio. 

“Kalaupun ada capital outflow saya kira sentimennya lebih banyak kepada kondisi pasar keuangan global terutama AS dibandingkan dengan sentimen terkait burden sharing,” ujar dia dikutip katadata.co.id. EMBE

Tags: apa itu burden sharingekonomi Indonesia di masa pandemiMenkeu Sri Mulyani
53
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

4 bulan yang lalu
23
Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

5 bulan yang lalu
25
Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

9 bulan yang lalu
133
Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

10 bulan yang lalu
111
Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

10 bulan yang lalu
63
Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

11 bulan yang lalu
42
Berikutnya
Gaya Kepemimpinan Jokowi Disebut Mirip Soeharto

Gaya Kepemimpinan Jokowi Disebut Mirip Soeharto

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.