Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Sabtu, 19 September 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Sri Mulyani: Banyak Program Pemda Tak Bermanfaat ke Masyarakat

TwitterFacebookWhatsApp

Baca Juga:

Menkeu Sri Mulyani Senang Banyak Orang Pamer Kekayaan di Medsos

2022, Harga Rokok Naik Lagi Lur!


Penanews.id, JAKARTA – Pemerintah daerah (Pemda) kembali disentil karena memiliki terlalu banyak program tetapi dampaknya minim kepada masyarakat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut keberadaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) diharap bisa mengatasi masalah ini.

Salah satu objek yang diatur dalam UU HKPD ini yaitu upaya meningkatkan kualitas belanja pemda. Namun, Sri Mulyani menyebut banyak pemda yang programnya ‘diecer-ecer’.

Dia menyebut program pemda di seluruh Indonesia bisa mencapai ratusan ribu kegiatan, tapi ukurannya kecil-kecil sehingga tak bisa dirasakan manfaatnya.

“Kadang-kadang hanya dikasih berapa (anggarannya), sehingga memang kalau jadi banyak seperti rintik-rintik dan tidak terasa habisnya di ongkos administrasi, sehingga yang menikmati sebetulnya lebih ke birokrasi daripada si penerima programnya,” kata Sri Mulyani dalam Sosialisasi UU HKPD di Pekanbaru, Riau, Jumat (25/3).

Karena itu, ia ingin melalui UU HKPD bisa mendorong dibentuknya dasar-dasar pembelanjaan yang makin terpadu, sederhana, terkonsolidasi dan tentunya transparan kepada masyarakat.

Dalam paparannya, Sri Mulyani memaparkan terdapat lima langkah peningkatan kualitas belanja daerah yang termuat dalam beleid ini.

Pertama, fokus belanja daerah didorong untuk layanan dasar publik guna mencapai standar pelayanan minimum (SPM). Kedua, disiplin pada mengalokasikan belanja yang diwajibkan atau mandatory dalam peraturan perundangan seperti pendidikan dan kesehatan.

Ketiga, pengendalian belanja pegawai. Belanja pegawai kini diatur maksimal 30% dari belanja Pemda, namun ini tidak termasuk tunjangan guru yang berasal dari Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Untuk ketentuan ini berlaku masa transisi penyesuaian selama lima tahun.

Keempat, penguatan belanja infrastruktur dengan memberlakukan batasan minimum belanja infrastruktur daerah yakni 40% dari APBD, ini di luar dari transfer ke daerah bawahan dan desa.

“Memang ini tidak diimplementasikan serta merta tetapi secara bertahap, karena saya tahu mungkin ada kabupaten kota yang kemudian bilang ‘ibu ya ini nggak mungkin karena sekarang belanja saya mayoritas untuk gaji ‘ makanya nanti dilakukan penyesuaian,” kata Sri Mulyani.

Kelima, optimalisasi penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) non-earmarked untuk belanja daerah berdasarkan kinerja pelayanan publik daerah. Daerah yang kinerja layanan publiknya sudah tinggi, maka SiLPA bisa diinvestasikan untuk pembentukan dana abadi daerah.

Sementara daerah yang kinerja layanan publiknya masih rendah maka SiLPA diarahkan untuk belanja infrastruktur dan pelayanan publik.

Di samping lima hal tadi, optimalisasi belanja daerah ini juga dilakukan lewat peningkatan kualitas dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan pengawasan internal. Ia menyebut kualitas SDM yang mengelola keuangan negara di daerah harus terus diperbaiki. Pihaknya berjanji akan terus mendorong program-program yang bertujuan meningkatkan kompetensi teknis untuk pegawai di daerah.

“Kualitas SDM ini bagaimana menyusun program, membuat DIPA, sehingga kalau kita menggunakan anggaran itu tujuannya bukan untuk lebih banyak bikin rapat, tapi betul-betul untuk memberi manfaat untuk masyarakat, serta tentunya saya berharap pengawasan APBD juga harus terus ditingkatkan,” ujar dia.

sumber: katadata.co.id

Tags: Anggaran dana desaAnggaran perjalanan dinasMenkeu Sri MulyaniProgram pemda tak bermamaat ke masyarakat
31
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

9 bulan ago
30
Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

10 bulan ago
34
HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

12 bulan ago
132
Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

12 bulan ago
113
PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

1 tahun ago
75
Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

1 tahun ago
55
Next Post
Indra Kenz: Maafkan Saya!

Indra Kenz: Maafkan Saya!

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In