
Penanews.id, BANGKALAN– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memprediksi sebanyak 85 desa di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur bakal mengalami kekeringan pada masa musim kemarau Tahun ini.
Hasil pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Bangkalan menyebut 85 desa itu tersebar di 13 kecamatan.
Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Morris mengatakan dari segi jumlah, desa rawan kekeringan itu meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini bertambah dua desa di kecamatan Labang, yakni desa Sukolilo Barat dan Baengas,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 Juli 2020.
Untuk mengantisipasi dampak buruk kekeringan itu, Rizal mengatakan BPBD telah menyiapkan anggaran rutin tahunan sebesar Rp 150 juta. Namun, kata dia, anggaran itu harus dialihkan Rp 67 juta untuk penanganan covid-19.
“Jadi saat ini anggaran kita hanya tersisa 83 juta untuk penanganan bencana kekeringan itu,” ungkap dia.
Kendati anggaran berkurang, Rizal tak terlalu khawatir. Sebab akan ada bantuan dari pemerintah provinsi melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Saya tidak khawatir, karena ketika anggaran di APBD kita nanti habis. Akan ada bantuan dari pemprov ini,” kata dia.
Abdi







