Penanews.id,Bangkalan- Gugus Tugas Penanganan Covid Bangkalan, Madura, Jawa Timur kembali menyampaikan identitas pasien baru yang terkonfirmasi positif virus corona.
Melalui keterangan tertulis pada Minggu, 7 Juni 2020 malam, Gugus Tugas membeberkan sebanyak 11 nama pasien positif terhitung dari kasus 51-61.
Untuk pasien ke- 51 adalah MSM (31) Asal Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal. Ia salah satu petugas lab di RS Soewandi Surabaya.
Kemudian pasien ke-52 adalah AD (27) asal Kecamatan Burneh. Ia adalah tenaga medis RS Haji Surabaya.
Sedangkan pasien ke 53 yaitu H (45) Asal Klabetan Sepuluh. Gugus tugas menyebut anak pasien baru datang dari Malang.
Selanjutnya pasien ke 54 adalah MH (58) asal Gebang. Disebutkan, istri pasien berjualan di pasar. Pasien ke 55 merupakan karyawan hotel di Surabaya inisial SAA, asal Sukolilo barat.
Sementara pasien ke- 56 adalah S (29) asal Sabiyan Bangkalan. Kata Gugus Tugas, anak yang bersangkutan merupakan pasien KE-39.
Lebih lanjut, pasien ke 57 adalah MM ( – ) asal Gebang. Ia adalah pelayaran. Sedangkan pasien ke 58 adalah NY.S (59) asal Ba’enggas, Labang.
Selain itu, NY.M (56) asal Sobih, Burneh menjadi pasien 59. Untuk pasien ke 60 adalah H (68) asal Prancak, Sepuluh.
Pasien ke 61 adalah AS (55) asal Lebak Barat, Sepuluh. Sementara Suami dia menjadi pasien ke- 27.
Humas Gugus Tugas Penanganan Covid Bangkalan, Agus Zein menyampaikan, Selain melaksanakan ketentuan yang telah digariskan dalam menangani
penanggulangan wabah virus ini, pihaknya juga melaksanakan kegiatan sebagai berikut:
“1. Bersama Tim Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melakukan rapid tes terhadap
seluruh OTG melalui system zonasi yang dilaksanakan Hari Jumat dan Sabtu,
tanggal 5-6 Juni 2020 dan dilanjutkan pada Hari Senin, 8 Juni 2020.
- Mendorong terbentuknya zona-zona Kampung Tangguh dengan tujuan agar
masyarakat bisa bersama-sama melawan penyebaran Covid-19 secara mandiri di
lingkungan masing-masing. - Bersama Polres Bangkalan serta dukungan Kodim 0829 Bangkalan, sedang
merintis zona baru untuk mewadahi elemen masyarakat tertentu dalam menghadapi
penyebaran Covid-19, yaitu membentuk Pondok Pesantren Tangguh. - Upaya melibatkan masyarakat dalam menghadapi wabah virus melalui Kampung
Tangguh dan Pondok Pesantren Tangguh akan terus digulirkan hingga tercipta
kesadaran kolektif yang dapat membentuk prilaku disiplin dalam menerapkan pola
hidup bersih dan sehat (PHBS) serta disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan
Covid-19 guna menyongsong pemberlakuan tatanan baru kehidupan yang dikenal
dengan The New Normal Life,” terangnya seperti dikutip dari pres release Gugus Tugas sendiri.
Abdi



