
penanews.id, BANGKALAN – Dinas Pendidikan Bangkalan dan Bank Jatim cabang Blega memberi klarifikasi terkait keluhan para guru madin Kecamatan Modung yang merasa dipersulit sewaktu akan mencairkan insentif pada Senin 6 Desember 2019.
Para guru madin merasa di PHP oleh jadwal pencairan yang dibuat dinas pendidikan. Sebab ketika sampai di kantor Bank Jatim cabang Blega, sebagai penyalur, mereka tak bisa mencairkan. Sementara pihak bank beralasan nomor antrean telah habis. Padahal pada beberapa pencairan sebelumnya, mereka tak perlu antre.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, Bambang Budi Mustika membantah telah memPHP para guru madin. Menurut dia, jadwal itu dibuat jauh hari atas dasar kesepakatan dengan bank panyalur justru untuk memudahkan koordinasi juga pencairan.
“Saya langsung komunikasi dengan pimpinan Bank Jatim untuk memperlancar realisasi insentif guru madin ini dan mudah-mudahan kejadian tadi tidak terjadi lagi,” kata dia.
Terpisah, Pimpinan Cabang Pembantu Bank Jatim Blega, Muji Harsono mengatakan keluhan para guru madin itu hanya kesalahpahaman.
“kami sudah ketemu dengan para guru, sudah tak ada kesalahpahaman. cuma ini biar tidak timbul isu yang tidak diinginkan, makanya kami perlu klarifikasi,” kata dia. (MTV)







