• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 16 Januari 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

Materi Deradikalisasi Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah

  • Sabtu, 23 November 2019 16:44
FacebookTwitterWhatsApp
H. Hasani Bin Zuber, S.IP, Anggota DPR RI dari fraksi partai Demokrat saat menyampaikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. (Foto: Penanews/Rafly)

penanews.id, BANGKALAN – Anggota DPR RI Hasani Bin Zuber menggelar sosialisasi empat pilar di Pondok Pesantren Nurul Cholil, Sabtu 23 November 2019.

Pesertanya civitas pondok pesantren yang terletak di Kelurahan Demangan, Kabupaten Bangkalan. Mulai dari pengurus pesantren, para guru dan siswa kelas Aliyah.

Baca Juga:

Tiga Alasan Anggota DPR Hasani bin Zuber Dukung Kenaikan PPN 12 Persen

Sekolah Politik Demokrat Bangkalan: Pemuda sebagai Pilar Transformasi Politik

Ra Hasani memulai sosialisasi dengan memaparkan tentang bahaya radikalisme. Bahwa Radikalisme tidak identik dengan satu agama. Sikap radikal bisa muncul di semua agama.

“Radikalisme tidak ada kaitan dengan agama,”

Maka Ra Hasani pernah menyayangkan pernyataan Menteri Agama Fachrul Rozi tentang cadar dan cingkrang. Karena dapat disalah artikan bahwa radikal hanya identik dengan islam.

Ra Hasani juga menjelaskan tentang kenapa Pancasila menjadi dasar negara. Gagasan Pancasila dilahirkan melalui pemikiran yang didasarkan atas kontemplasi para Pendiri Bangsa (The Founding Fathers) dengan kondisi realita yang ada. 

Menurut Ketua GP Ansor Bangkalan ini, Pancasila adalah ideologi yang pas karena dapat membangun suasana kehidupan dalam keberagaman agama, bahasa, adat serta antar golongan agar hidup berdampingan dalam bingkai suasana kekeluargaan.

“Kenapa ada istilah NKRI harga mati? Karena kalau harga hidup masih ditawar lagi,” kata dia disambut gelak tawa hadirin.

Saat acara dialog, muncul satu usulan menarik dari peserta sosialisasi. Dia mengusulkan agar materi tentang bahaya radikalisme dimasukkan dalam kurikulum di semua jenjang pendidikan.

Menanggapi usulan itu, Ra Hasani mengatakan setuju. Apalagi, saat muncul wacana dari Kementrian Agama merombak total buku pelajaran agama.

“Materi tentang bahaya dan bagaimana mencegah radikalisme, sangat pas untuk dimasukkan dalam kurikulum pendidikan,” terang kader partai Demokrat ini.

Yang terpenting menurut Hasani adalah sosialisasi tentang empat pilar kebangsaan yaitu UUD 45, Pancasila, Bhinneka Tungg Ika, NKRI tidak hanya berhenti di acara sosialisasi. Tapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Masing-masing santri harus terus mensosialisasikan tentang ini, minimal ke lingkungan tempat tinggal dan orang-orang terdekat,” ucap dia.

Tags: 4 PilarHasani bin zuber
67
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

3 minggu yang lalu
9
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

3 minggu yang lalu
15
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

1 bulan yang lalu
17
Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

1 bulan yang lalu
19
UTM dan Kemenaker Teken MoU, Cetak Mahasiswa Siap Kerja Lewat Program Unggulan

UTM dan Kemenaker Teken MoU, Cetak Mahasiswa Siap Kerja Lewat Program Unggulan

1 bulan yang lalu
22
Nelayan Bangkalan Protes Maraknya Penggunaan Jaring Trawl oleh Nelayan Luar

Nelayan Bangkalan Protes Maraknya Penggunaan Jaring Trawl oleh Nelayan Luar

2 bulan yang lalu
19
Berikutnya
Tugas Guru Adalah Paling Mulia Sekaligus Paling Sulit

Tugas Guru Adalah Paling Mulia Sekaligus Paling Sulit

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.