• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Minggu, 19 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Keteguhan Hoegeng Melawan Korupsi

  • Jumat, 17 Januari 2020 11:34
FacebookTwitterWhatsApp
Foto catataniseng.com

penanews.id – KORUPSI itu ibarat gatal yang selalu minta digaruk. Demikianlah Hoegeng Iman Santoso selalu berwasiat kepada polisi-polisi yang baru lulus dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Polisi yang baik, kata Kepala Kepolisian Indonesia pada 1968-1971 ini, akan melawan perasaan itu.

Hoegeng mempraktikkan sendiri wasiatnya. Buku ini menyajikan kembali riwayat penting orang Pekalongan yang lahir pada 14 Oktober 1921 ini, selain biografi yang ditulis Abrar Yusra dan Ramadhan KH pada 1994. Buku ini memakai bahan sekunder berupa kliping berita dan catatan kenangan kepala-kepala Polri yang dekat dan tak mengenalnya, juga sejawat, dan aktivis antikorupsi.

Baca Juga:

Cerita Istri Randy Pangalila Tinggalkan Karier Mapan di Kanada demi Ikut Suami

Kisah Gurnadi: Sopir Taksi yang Sediakan Jajan dan Obat Gratis untuk Penumpangnya

Keteguhannya menolak suap, misalnya, ketika Hoegeng menolak ucapan selamat datang seorang bandar judi Medan sewaktu menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Ia melempar semua pemberian itu karena si bandar tak juga mengambilnya.

Selain hati-hati soal uang, Hoegeng juga menghindari memanfaatkan kekuasaan. Sewaktu anak lelakinya melamar jadi penerbang, Hoegeng menolak meneken surat izin orang tua karena khawatir panitia seleksi meloloskan si anak setelah melihat namanya. Ia menutup toko bunga istrinya sewaktu jadi Direktur Jenderal Imigrasi untuk mencegah para calo menyuap dengan cara memborong bunga-bunga itu.

Hoegeng juga tak segan menunjuk siapa yang salah. Ketika pejabat tentara dan polisi membungkam Sumarijem, pedagang telur, karena mengaku diperkosa empat anak pejabat Yogyakarta, Hoegeng memerintahkan penyidikan jalan terus. Kasus Sum Kuning ini berakhir di pengadilan. Dua pelakunya dibui, meski hakim gagal membuktikan pemerkosa lainnya anak Wakil Gubernur dan seorang jenderal.

Kasus penyelundupan mobil mewah oleh Robby Tjahjadi adalah yang paling heboh. Hoegeng menangkap anak muda 25 tahun itu, kawan bisnis anak-anak Soeharto, berikut para pejabat yang menjadi bekingnya. Akibatnya, Soeharto marah dan Hoegeng dipaksa pensiun dini.

Toh, itu tak menyurutkan keteguhannya. Ia bergabung dengan Petisi 50, sebuah kelompok diskusi yang kerap mengkritik otoritarianisme Soeharto. Acara nyanyinya di TVRI dihentikan, obrol-obrolan di radio juga distop. Hoegeng bahkan dilarang mengikuti upacara Hari Bhayangkara.

Hoegeng menerima semua itu dengan hati ringan. Setelah pensiun dengan gaji Rp 10 ribu, tak punya rumah dan mobil, ia mengisi hari-harinya dengan menyanyi, melukis, bersama istri yang keturunan Belanda, atau bersepeda ontel. Ia wafat pada 14 Juli 2004.

*) tulisan ini diambil dari catataniseng.com, blog milik Bagja Hidayat, kini pemimpin redaksi foresgdigest.com

Tags: Hoegeng melawan korupsiKisah kapolri HoegengPemberantasan korupsi
62
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

4 bulan yang lalu
20
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

5 bulan yang lalu
34
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

5 bulan yang lalu
34
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

6 bulan yang lalu
22
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

11 bulan yang lalu
57
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

11 bulan yang lalu
41
Berikutnya
8 Proyek Besar Akan di Bangun di Bangkalan Usai Terbit Perpres 80 Tahun 2019

8 Proyek Besar Akan di Bangun di Bangkalan Usai Terbit Perpres 80 Tahun 2019

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.