
Penanews.id, Bangkalan – Menyikapi perkembangan situasi nasional dan dinamika di sejumlah daerah, jajaran TNI dan Polri di Kabupaten Bangkalan menggelar patroli skala besar di beberapa titik. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah setempat.
Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono menjelaskan, patroli malam hari digelar sebagai upaya mengantisipasi adanya penyusup dari luar daerah yang berpotensi menimbulkan gangguan saat aksi demonstrasi mahasiswa di Bangkalan.
Baca Juga:
“Kami laksanakan patroli untuk mengantisipasi adanya pihak luar yang ingin memanfaatkan situasi. Tujuannya agar kondisi Bangkalan tetap kondusif,” ujarnya, Selasa (2/9).
Menurut Hendro, patroli skala besar akan terus berlanjut meskipun aksi unjuk rasa telah selesai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
“Selama situasi di Bangkalan, Sampang, hingga Surabaya benar-benar kondusif, kami akan menyesuaikan intensitas patroli,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan. Patroli juga berhasil mengamankan lima siswa dan tiga anggota perguruan pencak silat yang diduga hendak melakukan tindakan anarkis.
Namun, setelah dilakukan komunikasi dengan kepala sekolah dan perangkat desa, seluruhnya telah dijemput orang tua masing-masing.
Kapolres Hendro menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Bangkalan yang turut berperan aktif menjaga keamanan selama aksi berlangsung.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak agar tidak ada anak di bawah umur yang terlibat dalam aksi unjuk rasa.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks.
“Kita harus menjaga Bangkalan bersama-sama, jangan sampai terpecah hanya karena isu yang tidak benar,” pungkasnya.
(IMAM)







