
penanews.id, BANGKALAN – Isu mengenai dugaan pungutan sebesar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu kepada penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Bangkalan telah dibantah tegas.
Ketua Paguyuban Becak Listrik Bangkalan, Abdul Muchid, dan Koordinator Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Kabupaten Bangkalan, Muhari, secara resmi memberikan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, Abdul Muchid dan Muhari menegaskan bahwa bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo diberikan secara cuma-cuma, tanpa syarat, dan tanpa pungutan apa pun.
“Bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo kepada para tukang becak di Bangkalan diberikan secara gratis tanpa syarat dan tanpa pungutan apa pun,” jelas Abdul Muchid.
Koordinator GSN Bangkalan, Muhari menambahkan bahwa seluruh proses distribusi bantuan ini telah dilaksanakan dengan transparan dan sesuai prosedur standar.
Bahkan, kata dia, proses verifikasi dilakukan berlapis dari koordinator GSN Bangkalan, Partai Gerindra, dan paguyuban becak hingga relawan.
“Hal ini memastikan bahwa bantuan sampai kepada yang berhak tanpa adanya beban finansial tambahan,” terang dia.
Terkait informasi mengenai pembayaran Rp200 hingga Rp300 ribu oleh salah satu penerima, Muhari juga bingung bagaimana bisa muncul angka tersebut.
Seingat dia, setelah acara selesai dan sebelum pulang, para penerima memang sempat berkumpul di lokasi acara. Untuk membahas rencana tasyakuran karena mendapat bantuan becak listrik dari presiden Prabowo.
Namun, dalam pertemuan itu paguyuban tidak menentukan nominal karena sifatnya sukarela.
“jadi wacana sumbangan tidak terkait bantuan becak. itu mufakat bersama dan sumbangan sukarela dari para penerima untuk menggelar acara selamatan dan tasyakuran atas diterimanya bantuan becak listrik yang sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka,” kata dia.
Lebih lanjut, Muhari menegaskan bahwa acara selamatan tersebut murni inisiatif dari para penerima bantuan itu sendiri. Inisiatif tersebut lahir dari rasa kebersamaan dan kegembiraan para tukang becak atas bantuan yang mereka terima.
“Acara selamatan tersebut murni merupakan inisiatif para penerima bantuan sebagai bentuk rasa syukur dan tidak diwajibkan oleh pihak mana pun,” tegas di. “Tidak ada arahan, paksaan, atau keharusan menyumbang dalam bentuk apa pun dari yayasan dan partai.”
Melalui klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar dan utuh. Presiden Prabowo dan seluruh pihak yang terlibat memiliki komitmen kuat untuk membantu rakyat kecil tanpa membebani mereka, sejalan dengan semangat utama program bantuan becak listrik ini yang bertujuan meringankan beban dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
EMbe







