• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Minggu, 28 Juni 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

MDS Rijalul Ansor, Gus Amak Ingatkan Ansor dan NU Adalah Rumah Perjuangan

  • Kamis, 15 Mei 2025 08:05
FacebookTwitterWhatsApp




Penanews.id, BANGKALAN– Nahdlatul Ulama (NU) sejak awal berdiri telah menegaskan dirinya sebagai rumah besar bagi siapa saja. Sebuah rumah yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau pendidikan.

Hal ini tercermin dalam ajakan para ulama terdahulu, termasuk yang disampaikan oleh KH Hasyim Asy’ari dalam mukadimah di salah satu kitabya: mengajak semua orang—yang kaya, yang tidak kaya, yang santri, maupun yang bukan santri—untuk datang dan belajar bersama para ulama di lingkungan NU.

Itulah mengapa NU dikenal sebagai rumah bagi siapa pun. Jika hari ini muncul pertanyaan atau sindiran terhadap keberagaman latar belakang kader-kader Ansor maupun Banser, maka jawaban kita jelas: keberagaman adalah kekuatan.

Ansor adalah pintu masuk ke Nahdlatul Ulama. Maka siapapun yang ingin berjuang bersama ulama, belajar, dan menegakkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, dipersilakan masuk. Dan di dalam rumah besar ini, kita tumbuh dan belajar bersama.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Pimpinan Pusat Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor, KH. Lailur Rahman atau yang akrab disapa Gus Amak, dalam acara MDS Rijalul Ansor PC GP Ansor Bangkalan.

Acara tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Islamy dan diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Modung 1.

Baca Juga:

Türkiye’de slot heyecanını artıran güçlü seçeneklerden biri 1King casino olmaktadır

Mostbet Azərbaycan



Sejarah dan Spirit Awal Ansor



Jika menengok sejarahnya, semula Ansor bernama Ansoru Nahdlatil Ulama. Menurut Gus Amak sejak awal, Ansor memang dirancang sebagai pasukan pengawal ulama NU. Tugas utamanya adalah menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan dan kelangsungan perjuangan para ulama.

Sebagai santri, bahkan untuk hal sederhana seperti menjaga sandal kiai saja kita tak akan lengah, apalagi jika yang dijaga adalah perjuangan besar. “Kalau sandal saja kita jaga agar tidak hilang, apalagi amanah besar organisasi,” ujar Gus Amak dalam ceramahnya.

Ia kemudian menuturkan kisah inspiratif tentang KH. As’ad Syamsul Arifin yang diberi amanah oleh Syaikhona Kholil Bangkalan. Berupa mengantarkan tongkat kepada KH. Hasyim Asy’ari. Meski masih muda dan sempat dianggap tidak layak membawa tongkat, amanah itu dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Pada kesempatan lain, Kiai As’ad kembali diberi tugas untuk membawa tasbih. Namun kali ini, tasbih itu dikalungkan langsung oleh sang kiai ke lehernya. Kiai As’ad pun menjaganya tanpa menyentuhnya sepanjang perjalanan.

Setibanya di tujuan, ia bahkan tidak berani melepasnya sendiri, melainkan menyodorkan lehernya kepada kiai Hasyim agar diambil langsung. Ini menjadi simbol kepatuhan, tanggung jawab, dan penghormatan santri terhadap amanah yang diberikan oleh gurunya.

“Inilah cerminan bagaimana seorang santri menjaga kepercayaan. Maka kita sebagai Ansor, sebagai pewaris nilai-nilai perjuangan ini, harus siap memikul tanggung jawab dengan penuh adab dan keberanian,” tegas Gus Amak.



Jihad Masa Kini dan Amanah Organisasi

Dalam suasana damai seperti sekarang, jihad tidak lagi dalam bentuk peperangan fisik, tetapi bertransformasi menjadi jihad intelektual dan sosial. Dalam kitab Ittiba’u Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam minal Iman, karya Syekh Nuruddin Itr menekankan pentingnya jihad fi thalabil ‘ilmi—berjihad dengan menuntut ilmu.

Hal ini sejalan dengan semangat NU dan Ansor yang terus mengedepankan pendidikan, dakwah, serta penguatan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Kalau kita hanya diam, itu bukan menjaga organisasi, tapi membiarkannya. Menjaga organisasi berarti ikut menggerakkannya. Kita harus bersama-sama bergerak,” lanjut Gus Amak.


Kaderisasi Adalah Ruh Organisasi

Melihat tokoh-tokoh yang hadir, Gus Amak menilai kader GP Ansor di Bangkalan beruntung karena saat ini GP Ansor Bangkalan diurusi oleh kiai-kiai muda yang potensial.

Ketua PC GP Ansor dinahkodai Lora Zainal Arifin Zubair, Ketua MDS Rijalul Ansor digawangi Lora Ismail Al-Ascholy yang produktif menulis buku. Sementara di jajaran Wakil Ketua ada nama-nama beken seperti Lora Ismail Al-Kholily dan Lora As’ad.

Di bawah kepemimpinan mereka, GP Ansor Bangkalan terus melahirkan inovasi dan gerakan yang relevan dengan kebutuhan pemuda dan masyarakat. serta dedikasi Lora Ismail Al-Ascholy dan Lora Ismail Al-Kholily dalam dunia literasi, menjadi bukti bahwa kader Ansor di Bangkalan tidak hanya aktif di ranah sosial-keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan intelektual.

“Saya senang Lora Zen tadi menyampaikan bahwa kaderisasi di Bangkalan terus berjalan. Karena kaderisasi adalah ruh Organisasi,” ungkap dia. EMbe








135
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

4 bulan yang lalu
18
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

4 bulan yang lalu
91
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

6 bulan yang lalu
27
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

6 bulan yang lalu
60
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

7 bulan yang lalu
30
Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

7 bulan yang lalu
31
Berikutnya
Dikungjungi Menteri Ekraf, SBY Umumkan Akan Gelar Pameran Tunggal dan Luncurkan Karya Seni Terbaru Akhir Tahun ini

Didukung Menteri Ekraf, SBY Akan Hadirkan Pameran dan Luncurkan Karya Seni Terbaru di Akhir Tahun

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.