• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Minggu, 3 Mei 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

Sanggar Seni Potre Koneng: dari Pentas Hingga Pencegahan Konflik Sosial

  • Kamis, 15 Desember 2022 17:58
FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

. . .



Penanews.id, BANGKALAN – Agama punya peran penting dalam pelestarian kesenian. 15 Desember 2022 lalu, Muhlis yang baru datang menunaikan ibadah Umroh menggelar selamatan di rumahnya Kampung Bhirajeh, Desa Geger, Kabupaten Bangkalan.

Selamatan itu tak biasa, karena ia mengundang satu grup shalawat Habsiyan. Di Bhirajeh, baru kali itu acara selamatan umroh diisi dengan hiburan Sholawatan.

“Seingat saya, di kampung sini, baru kali ini ada sholawatan di acara umroh,” kata Rohman, tetangga Muhlis.

Sholawat Habsy yang tampil malam itu berasal dari satu kelompok kesenian di Desa Geger bernama ‘potre koneng’. Selain Habsiyan, sanggar seni potre koneng juga banyak menampilkan kesenian lain seperti Hadrah hingga drumband.

Muhlis sendiri mengaku tak punya alasan khusus ketika memutuskan mengundang sholawat Habsiyan itu. Dia hanya ingin kesenian tradisional tetap eksis di tengah gempuran budaya barat yang mulai digandrungi anak-anak muda di desa.

Bagi Muhlis, memberi pentas bagi pegiat seni tradisional adalah bagian dari upaya menjaga eksistensi agar .ampu bersaing di tengah menjamurnya kesenian modern.


” Untuk itu dibutuhkan kelompok-kelompok seni yang dapat menjadi penyeimbang terhadap perkembangan seni yang ada pada saat ini atau mampu mengkolaborasikan keduanya yakni kesenian tradisional dan modern,” ungkap dia.


Bagi Muhlis, Seni tradisional tak hanya sekedar seni. Banyak nilai filosofis lain yang terkandung di dalamnya. Selain sebagai wadah masyarakat berkreatifitas dan berkarya, seni juga media masyarakat untuk berinteraksi dan bersosialisasi.


“Yang endingnya adalah Meningkatkan kerukunan, persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat dan pencegahan konflik sosial,” kata dia.

EMbe


Tags: Sanggar seni potre KomengSeni mencegah konflik sosialSholawat Habsiyan
83
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

2 bulan yang lalu
16
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

2 bulan yang lalu
86
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

4 bulan yang lalu
23
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

4 bulan yang lalu
55
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

5 bulan yang lalu
24
Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

5 bulan yang lalu
29
Berikutnya
Kesebelasan Jepang : soft power yang menang dalam kekalahan

Kesebelasan Jepang : soft power yang menang dalam kekalahan

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.