Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Madura Bangkalan

Sanggar Seni Potre Koneng: dari Pentas Hingga Pencegahan Konflik Sosial

TwitterFacebookWhatsApp

Baca Juga:

No Content Available



Penanews.id, BANGKALAN – Agama punya peran penting dalam pelestarian kesenian. 15 Desember 2022 lalu, Muhlis yang baru datang menunaikan ibadah Umroh menggelar selamatan di rumahnya Kampung Bhirajeh, Desa Geger, Kabupaten Bangkalan.

Selamatan itu tak biasa, karena ia mengundang satu grup shalawat Habsiyan. Di Bhirajeh, baru kali itu acara selamatan umroh diisi dengan hiburan Sholawatan.

“Seingat saya, di kampung sini, baru kali ini ada sholawatan di acara umroh,” kata Rohman, tetangga Muhlis.

Sholawat Habsy yang tampil malam itu berasal dari satu kelompok kesenian di Desa Geger bernama ‘potre koneng’. Selain Habsiyan, sanggar seni potre koneng juga banyak menampilkan kesenian lain seperti Hadrah hingga drumband.

Muhlis sendiri mengaku tak punya alasan khusus ketika memutuskan mengundang sholawat Habsiyan itu. Dia hanya ingin kesenian tradisional tetap eksis di tengah gempuran budaya barat yang mulai digandrungi anak-anak muda di desa.

Bagi Muhlis, memberi pentas bagi pegiat seni tradisional adalah bagian dari upaya menjaga eksistensi agar .ampu bersaing di tengah menjamurnya kesenian modern.


” Untuk itu dibutuhkan kelompok-kelompok seni yang dapat menjadi penyeimbang terhadap perkembangan seni yang ada pada saat ini atau mampu mengkolaborasikan keduanya yakni kesenian tradisional dan modern,” ungkap dia.


Bagi Muhlis, Seni tradisional tak hanya sekedar seni. Banyak nilai filosofis lain yang terkandung di dalamnya. Selain sebagai wadah masyarakat berkreatifitas dan berkarya, seni juga media masyarakat untuk berinteraksi dan bersosialisasi.


“Yang endingnya adalah Meningkatkan kerukunan, persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat dan pencegahan konflik sosial,” kata dia.

EMbe


Tags: Sanggar seni potre KomengSeni mencegah konflik sosialSholawat Habsiyan
85
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Pengedar Sabu di Bangkalan Gunakan Modus Kurir Makanan

Pengedar Sabu di Bangkalan Gunakan Modus Kurir Makanan

1 bulan ago
7
Bukan Jalan-Jalan, Ayah di Madura Ajak Anak 13 Tahun Keliling untuk Curi Motor

Bukan Jalan-Jalan, Ayah di Madura Ajak Anak 13 Tahun Keliling untuk Curi Motor

1 bulan ago
9
Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

8 bulan ago
23
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

8 bulan ago
104
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

10 bulan ago
44
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

10 bulan ago
64
Next Post
Kesebelasan Jepang : soft power yang menang dalam kekalahan

Kesebelasan Jepang : soft power yang menang dalam kekalahan

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In