Penanews.id,BANGKALAN- Koordinator Kabupaten (Korkab) Bangkalan Program Keluarga Harapan (PKH) Heru Wahyudi mengaku banyak menemukan rumah KPM PKH terbilang cukup mewah.
Meski begitu, Heru mengatakan KPM PKH tersebut masih saja mengaku miskin dan berdalih sangat membutuhkan bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu.
“Jadi, ini PR bagi kita,” kata dia Kepada Penanews.id beberapa hari lalu melalui saluran telepon. Kemudian dipublikasi hari ini. Senin, 19 September 2022.
Heru menegaskan tidak ada toleransi bagi KPM PKH yang ditemukan rumahnya mentereng dan memiliki kendaraan roda empat (R4) atau mobil.
“kalau dirasa punya mobil, rumah mewah, itu tidak ada toleransi lagi. Jadi ada proses kejar Kelayakan,” tegas dia.
Namun yang bikin repot kata Heru adalah KPM PKH, kondisi rumah cukup bagus, namun pendapatan ekonomi bagi mereka dianggap masih rendah.
“Kita menilai rumahnya agak mewah, tapi mereka mengaku miskin. Ya karena pekerjaan mereka serabutan, misalnya mereka jadi tukang,” ujar dia.
Pihaknya kata Heru terus memberi penyadaran terhadap KPM PKH yang dirasa mampu agar tidak bergantung terhadap bantuan pemerintah melalui forum P2AK2 .
“Ini upaya memberi pemahaman kepada masyarakat yang indikasinya belum sadar,” ucap dia.
Selain itu, lanjut Heru, dalam proses pemasangan lebelisasi KPM bansos, pihaknya memprioritaskan rumah yang terlihat mewah. Disisi lain, juga mendata pendapatan mereka.
“Makanya lebelisasi prioritas yang rumah bagus dulu. Kalau jumlah temuan rumah yang bagus kita terus terang tidak mendata. Kalau penerima PKH 2022 tahap 3 ini jumlahnya sekitar 41 ribu keluarga,” tutup dia.
Abdi








