• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Minggu, 26 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Sampang

Pulihkan Psikologi Siswa Pasca Kelamaan Sekolah Online, MTs Al Bukhari Sreseh Gelar Seminar

  • Senin, 20 September 2021 15:04
FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

Rakernas APAISI Soroti Sekolah Online Mengurangi Substansi Pendidikan


Penanews.id, SAMPANG – Sekolah online yang diterapkan sejak kemunculam pandemi covid-19 akhir 2019, mempunyai dampak buruk pada siswa.

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengklasifikasikan dampak buruk itu dalam tiga kelompok.

Pertama, anak menjadi rentan putus sekolah. Hal ini umumnya akibat membantu orang tuanya mencari duit.

Dampak kedua adalah pada tumbuh kembang anak dan ketiga yaitu tekanan psikososial hingga menjadi korban dalam kekerasan dalam rumah tangga karena minimnya interaksi dengan guru, murid dan lingkungan.

Apa yang dikemukakan Nadiem ini juga menjadi kekhawatiran para guru di sekolah. MTs Al Bukhari Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang misalnya memulai pembelajaran tatap muka dengan memberikan pencerahan kepada para siswa tentang bahaya kekerasan dalam rumah tangga.

Pada Senin, 20 September 2021, yayasan MTs Al Bukhari menggelar seminar dengan tema pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Pemateri seminar ini langsung diisi para ahli dari Dinas Sosial Kabupaten Sampang Bidang Resos.

“Kami sengaja mengadakan seminar ini, untuk membentengi siswa agar tidak menjadi korban kekerasan. Sekaligus memulihkan psikologi mereka pasca libur panjang PPKM,” kata Kepala Sekolah MTs Al Bukhari, Moh Yakub S.Pdi.

Menurut dia, terlalu lama sekolah online membuat anak gampang stres. stres disebabkan oleh minimnya interaksi dengan guru, teman dan lingkungan luar ditambah tekanan akibat sulitnya pembelajaran jarak jauh.

“Selain stres, anak juga mengalami kekerasan yang tidak terdeteksi. Sebab, pelajaran di rumah tanpa diawasi oleh guru sehingga anak mudah terjebak mendapatkan kekerasan dari orang dekatnya,” ungkap pri yang juga Ketua PAC Modung 1 GP Ansor Bangkalan ini.

EMbe




Tags: Dampak buruk sekolah onlineDinas sosial SampangMTs Al Bukhari sresehSekolah online
256
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Kades se-Madura, Hadiri Pengukuhan Klebun Wijdan Menjadi Korwil PKDI Madura Raya

Kades se-Madura, Hadiri Pengukuhan Klebun Wijdan Menjadi Korwil PKDI Madura Raya

5 bulan yang lalu
61
Diduga Pecah Ban, Mobil Boks Terguling di Jembatan Suramadu

Diduga Pecah Ban, Mobil Boks Terguling di Jembatan Suramadu

5 bulan yang lalu
22
Wali Murid Keluhkan Menu MBG di Sampang

Wali Murid Keluhkan Menu MBG di Sampang

5 bulan yang lalu
54
Aktivis PMII Soroti Penangkapan Demonstran Pilkades di Sampang

Aktivis PMII Soroti Penangkapan Demonstran Pilkades di Sampang

6 bulan yang lalu
219
IMPRES Malang Soroti Pemerintah Sampang, Dukung Aksi Desak Pilkades Segera Digelar

IMPRES Malang Soroti Pemerintah Sampang, Dukung Aksi Desak Pilkades Segera Digelar

6 bulan yang lalu
125
Temui Pendemo Soal Pilkades, Wabup Sampang: Banyak Berdoa Saja Kepada Allah SWT

Temui Pendemo Soal Pilkades, Wabup Sampang: Banyak Berdoa Saja Kepada Allah SWT

6 bulan yang lalu
118
Berikutnya
Surat Lengkap Irjen Napoleon Bonaparte, Soal Alasan Dia Menganiaya Muhammad Kace di Tahanan

Surat Lengkap Irjen Napoleon Bonaparte, Soal Alasan Dia Menganiaya Muhammad Kace di Tahanan

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.