
Penanews.id, SUMENEP – Asosiasi Pascasarjana Agama Islam Swasta Indonesia (APAISI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional bekerja sama dengan Program Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk. Pembukaan Rakernas dilaksanakan di Pendopo Agung Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Ketua APAISI, Prof. Dr. Masykuri Bakri, M.SI., mengatakan, meski sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid 19, APAISI tetap aktif dan tetap menjadi wadah yang sangat strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Sehingga, dengan pertemuan seperti ini, masalah-masalah APAISI bisa terurai sedikit demi sedikit.
”Termasuk pula, segala persoalan di perguruan tinggi masing-masing dapat dicarikan solusi,” terangnya ketika memberi sambutan di Pendopo Kraton Sumenep.
Kebijakan pemerintah, lanjutnya, untuk kemajuan pendidikan dan revolusi industri 4.0 menuntut perguruan tinggi benar-benar bisa menyesuaikan diri dan semakin maju. “APAISI ini adalah salah satu media untuk maju,” imbuhnya.
Selain itu, Rektor Unisma Malang ini mengatakan, dengan adanya rakernas yang melibatkan seluruh anggota yang jumlahnya kurang lebih 35 orang sebagai ajang silaturrahmi dan menuangkan ide-ide kreatif dalam meningkatkan kualitas kampus swasta.
“Setelah dunia pendidikan juga terdampak wabah Covid-19, kita sudah sangat rindu dengan momen-momen seperti ini, selama ini kita hanya melaksanakan silaturrahmi virtual,” ujarnya.
Target dari rakernas ini akan menghasilkan keputusan-keputusan yang tidak mendiskriminasikan adanya kampus swasta, yang memang selama ini secara kemampuan sumber daya manusia (SDM) dapat bersaing dengan kampus-kampus negeri.
“Nanti hasil pertemuan ini kita akan sampaikan kepada seluruh stakeholder pendidikan, mulai dari Kementerian Kebudayaan dan Pendidik (Kemendikbud) dan seluruh elemen lain, bagaimana persoalan-persolan pendidikan dapat teratasi,” imbuh dia.
Dia mencontohkan, selama 2 tahun lantaran wabah Covid-19, yang jelas merubah tatanan sistem pendidikan. Teruma dengan belajar dari rumah, hal itu sangat bertolak dengan idealnya metode pendidikan yang harus berdekatan dengan masyarakat.
“Selama ini kita menggunakan Zom, ini suda menurangi substansi penyampaian pendidikan. Misalnya kita belajar dengan tokoh-tokoh internasional kita manfaatkan teknologi informasi lebih akurat,” papar dia.
Sementara, Rektor Isntika Guluk-Guluk Sumenep, Kiai Syamli mengatakan, selamat datang kepada seluruh peserta Rakernas. Selain itu, para peserta diharapkan mengikuti pula Seminar Nasional yang saat ini sedang di laksanakan di Aula Asyarqowi ISTIK Annuqayah.
“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami menjadi tuan rumah, kami diizinkan membuka acara dan akan dilanjutkan raker nanti malam bersama seluruh anggota APAISI,” tutur Kiai Syamli. (Bus)







