
Penanews.id, JAKARTA – 10 tahun lagi atau pada tahun 2032, pulau Jawa diprediksi akan mengalami defisit beras akibat populasi.
Prediksi ini muncul dalam study Ken Ayu Puspa Pradhani IPB yang terbit pada Juli 2021. Defisit beras ini karena populasi atau naiknya jumlah penduduk membutuhkan lahan yang luas untuk permukiman.
Kebutuhan akan pemukiman ini akan membuat lahan-lahan pertanian akan dikonversi menjadi perumahan.
Dikutip dari forestdigest.com, Puspa Pradhani mendasari prediksinya merujuk data penurunan sawah irigasi dalam sepuluh tahun terakhir, 2008-2018.
Pada 2008 luas sawah irigasi di pulau Jawa 2.483.824 hektare. Dalam sepuluh tahun luasnya menyusut tinggal 2.258.066 hektare pada 2018. Dengan pengurangan itu laju konversi sawah irigasi menjadi permukiman atau non sawah sebesar 8,62%.
DKI Jakarta mencatat laju penurunan luas sawah irigasi paling besar, yakni 10,11%, disusul Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Dengan memperhitungkan sawah irigasi baru, total lahan terkonversi di semua provinsi selama 2008-2018 seluas 438.793 hektare.
Jika produksi padi rata-rata 5,5 ton per hektare per tahun, jumlah padi yang menghilang akibat menurunnya sawah irigasi sebanyak 5.150.080,99 ton.
Jika dikalikan harga gabah kering tiap tahun, nilai kerugian akibat konversi sawah irigasi sebesar Rp 24,83 triliun.
Dengan mengasumsikan laju konversi sawah irigasi tetap dari tahun ke tahun hingga 2032 sebesar 8,62%, sementara produksi beras per hektare naik karena temuan teknologi dan efektivitas penanaman padi, pada tahun itu total sebanyak 15.455.164,97 ton. Asumsinya, setiap ton beras merupakan 64,02% dari gabah kering.
Sementara itu pertambahan penduduk di pulau Jawa terus naik dari 150.407.500 jiwa pada 2019 menjadi 164.437.200 pada 2032. Kebutuhan beras pun akan naik. Puspa Pradhani mengasumsikan konsumsi beras per kapita tetap dari tahun ke tahun tetap sebesar 94,73 kilogram per kapita, kebutuhan beras 2032 sebanyak 15.577.135,96.
Masalahnya, dengan konversi sawah dan produktivitas sawah tak naik signifikan, produksi beras pada 2032 hanya 15.455.164,97 ton, dari produksi 2019 sebanyak 17.451.918,17 ton. Walhasil, pada tahun tersebut, pulau Jawa akan defisit beras sebanyak 121.970,98 ton.
EMBE







