
Penanews.id, PAMEKASAN – Aktivis PMII mendemo kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Kamis, 17 Juni 2021.
Demo ini guna menagih janji Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang akan menertibkan aktivitas penambangan ilegal. Tapi, komitmen yang diucapkan setahun lalu itu, tak juga ditepati bupati hingga kini.
Maka, lewat demo itu, aktivis PMII hendak bertemu dengan bupati juga kapolres dan ketua DPRD untuk menanyakan komitmen itu. Namun ketiganya tak ada yang datang menemui massa.
Yang datang menemui pandemi adalah Agus Mulyadi. Tapi massa tak puas dengan penjelasan yang disampaikan Plh Sekda Pamekasan itu. Sedangkan dari DPRD mengirim politisi PKS Al Anwari namun ditolak mahasiswa.
Ketua Cabang PMII Pamekasan Lutfi mengatakan, PMII melakukan demo tambang ilegal untuk menagih janji pemerintah untuk menindak dan memberantas tambang ilegal di wilayah Pamekasan.
Lutfi menyebut, ada sebanyak 219 tambang ilegal di kabupaten Pamekasan yang beroperasi secara terus menerus yang tersebar di 13 kecamatan.
“Kami datang untuk menagih komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti tambang ilegal. Satu tahun lalu sudah ada komitmen antara PMII dan pemerintah soal tambang,” teriak Lutfi dalam orasinya.
PMII Pamekasan bertahan menunggu kedatangan Bupati Pamekasan untuk menemui dan berdiskusi langsung dengan kader PMII soal tambang ilegal.
Zul







