
Penanews.id, NTT – Viralnya video Bupati Kabupaten Alor, NTT, Amon Djobo memarahi dan mengusir staf Kementerian Sosial merembet ke ranah politik.
PDIP, salah satu partai yang mengusung Amon Djobo pada Pilkada 2019 lalu, resmi mencabut dukungan dan rekomendasi kepadanya.
“Surat pencabutan rekomendasi dan dukungan itu dikeluarkan hari ini dan ditandatangani oleh Sekjen PDI Pak Hasto. Surat itu ditujukan kepada kami,” ungkap Ketua DPC PDI-P Kabupaten Alor Enny Anggrek dikutip dari Kompas.com.
Meski mengganggap partai politik hanya sarana, Amon sendiri menyayangkan keputusan PDIP itu. Menurut dia, tak semestinya polemik ini dibawa ke ranah politik.
Dikutip dari kompas.com, Menurut Amon, tindakannya itu merupakan urusan pemerintahan. Ia memarahi dua staf Kementerian Sosial itu sebagai Bupati Alor.
“Harus dipahami substansi persoalan saya memarahi kedua staf tersebut,” kata Amon kepada Kompas.com, Kamis (3/6/2021).
Amon menilai, bantuan pelayanan kemanusiaan yang disalurkan oleh Kemensos itu dianggap tidak sesuai dengan prosedur dan mekanisme di pemerintahan.
Seharusnya, bantuan yang disalurkan pemerintah pusat melalui kementerian atau lembaga harus melewati pemerintah daerah.
Dalam kasus tersebut, seharusnya bantuan untuk korban bencana badai seroja di Alor disalurkan lewat Pemkab Alor.
“Karena ini adalah dana dari pemerintah pusat, bukan dana dari partai politik atau atau uang pribadi,” tegasnya.
EMBE







