Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Sabtu, 7 November 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ingin Coba Tanam Porang, Ini jenis yang Subur di Indonesia

TwitterFacebookWhatsApp

Baca Juga:

No Content Available
tanaman porang (foto:suara.com)

Penanews.id, JAKARTA – Tanaman porang (Amorphophallus muelleri blume) telah menjadi primadona di kalangan para petani Indonesia. Harga yang menjanjikan membuat tanaman ini masuk klasifikasi umbi-umbian sering diburu oleh masyarakat.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan, tanaman satu ini memiliki peluang besar untuk ekspor. Hal itu menjadi nilai strategis bagi tanaman porang.

Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University Edi Santosa mengungkapkan, tanaman porang memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena kandungan senyawa yang ada di dalamnya, Kamis (22/04/21).


Berdasarkan penelitiannya, tanaman porang ini memiliki kandungan senyawa glukomanan yang tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk pelapis obat di bidang medis.

“Senyawa glukomanan ini dinilai dapat menjadi sumber bahan pangan yang sehat, menurunkan kadar kolesterol, menurunkan kadar gula darah, mencegah kanker, menurunkan berat badan, dan mengatasi sembelit,” ungkap Edi.

Edi menambahkan, dari 200 spesies tanaman amorphophallus hanya ada tiga jenis yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Jenis tersebut adalah amorphophallus konjac, amorphophallus paeoniifolius (suweg) dan amorphophallus muelleri (porang atau iles-iles).

“Dari tiga jenis tanaman komersial ini, di Indonesia yang paling banyak berkembang hanya ada dua yaitu paeoniifolius dan muelleri,” katanya.

Ia menyebutkan, tanaman porang awalnya merupakan tanaman hutan. Pemanfaatan porang dimulai sejak masa penjajahan Jepang di tahun 1942. Ketika itu tentara Jepang memanfaatkan porang sebagai logistik perang

Edi menjelaskan, tanaman porang mulai intensif dibudidayakan sejak tahun 1980-an. Saat itu, Perhutani mengintroduksi porang atau iles-iles ke Cepu. Tanaman porang tersebut ditanam di bawah tegakan tanaman jati.

Soal budidaya, porang dapat ditanam di bawah naungan ataupun lahan sawah terbuka. Mudahnya budidaya porang ditanam di tanah beriklim tropis di Indonesia ini membuatnya semakin populer di kalangan petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam talkshow bertajuk “Strategi Pengembangan Porang sebagai Komoditas Mahkota” di Bogor, Jawa Barat, Maret 2021 lalu mengungkapkan, komoditas porang memiliki potensi besar sebagai komoditas mahkota karena permintaan ekspornya terus meningkat sebagai bahan pangan alternatif dan bahan baku kosmetik.

Syahrul membeberkan, Kementrian pertanian tengah fokus mengembangkan tanaman porang karena memiliki pasar ekspor yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pasar ekspor porang meliputi Jepang, Taiwan, Korea dan China serta beberapa negara di Eropa.

Kementan mencatat ekspor porang periode Januari hingga 28 Juli 2020 sebesar 14.568 ton dengan nilai Rp 801,24 miliar. Sebelumnya, ekspor porang selama 2019 sebanyak 11.720 ton senilai Rp 644 miliar.

Komoditas porang dalam bentuk tepung dan chips saat ini di ekspor ke 16 negara antara lain China, Jepang, Thailand, Taiwan, dan Myanmar. Beberapa negara lainnya masih meminta kepada Indonesia untuk mengekspor komoditas porang ke negaranya,” ujar Syahrul.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Fadjri Djufri menambahkan, saat ini pemerintah telah menyiapkan teknologi modern untuk mengakomodasi kepentingan produksi komoditas porang dari hulu sampai hilir.

Menurut dia, Kementerian pertanian juga sedang menyiapkan sistem pengolahan pasca-produksi porang seperti pembuatan alat pengolahan porang sederhana untuk meningkatkan nilai jualnya.

“Kementerian Pertanian saat ini sudah melepas Porang Madiun 1, serta sedang mengidentifikasi porang unggul lainya. Alhamdulilah kami juga telah menemukan formula percepatan pembibitan Porang yang lebih canggih lagi melalui kultur jaringan,” jelas dia. RZL

Sumber: kompas.com

Tags: Bisnis PorangEskpor PorangJenis PorangPeluang bisnis PorangPorang
116
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Pekan Raya Bangkalan 2026, Bukan Sekedar Panggung Seremonial

2 minggu ago
20
Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

11 bulan ago
30
Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

12 bulan ago
34
Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

1 tahun ago
140
Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

1 tahun ago
124
Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

1 tahun ago
69
Next Post
Kinerja dan Integritas KPK Menurun

Kinerja dan Integritas KPK Menurun

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In