Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Kamis, 17 September 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Opini

Kenapa JAD Sedemikian Ngawurnya?

TwitterFacebookWhatsApp



Polri melansir pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, sepasang suami-isteri, terafiliasi dengan JAD (Jamâ’ah Anshârut Daulah). Organisasi ini didirikan oleh Aman Abdurrahman pada 2014.

Dia alumni LIPIA, Jakarta. Dia pengagum Abu Muhammad Ashim al-Maqdisi, penulis kitab Al-Kawâsyif al-Jaliyah fi Kufr al-Dawlah al-Sa’ûdiyah. Kerajaan Arab Saudi, menurut Al-Maqdisi, adalah negeri kafir dan brengsek (al-dawlah al-khabîtsah) karena mencampuradukkan hukum Allah dengan hukum buatan manusia.

Baca Juga:

Munarman Ditangkap Densus 88, Begini Dugaan Keterlibatannya Dengan ISIS

Densus Tangkap Pegawai BUMN, Mahfud MD Sudah Pernah Peringatkan Erik Thohir

Dia juga menyatakan Masjidil Haram diimami para imam kafir. Kontan pernyataan ini membuat geram para tokoh dan pemuka salafi yang induknya Arab Saudi.

Aman mengagumi sikap radikal dan tanpa tedeng aling-aling Al-Maqdisi. Dia banyak menerjemahkan buku-buku ideolog ISIS ini. Pada 22 Juni 2018, PN Jaksel menyatakan Aman terbukti mengotaksi sejumlah aksi teror dan menjatuhkan hukuman mati.

Pasca Aman, kepemimpinan JAD diteruskan Zainal Anshori alias Abu Fahry. Tapi, dia juga ditangkap pada Maret 2017 dan divonis 7 tahun kurungan.

Di tangan siapa tongkat komando JAD sekarang? Para pengamat bingung. JAD mewakili gerakan teror gelombang ketiga. Cirinya: spartan, militan, bonek, dan nyaris tanpa komando. Komando mereka ideologi: mereka tengah menghadapi thagut dan para pembela thaghut.

Thaghut adalah sistem yang tidak kaffah mengadopsi nizam Islam. NKRI berdasarkan Pancasila adalah thaghut. Penyelenggaranya: eksekutif, legislatif, dan yudikatif adalah lembaga-lembaga thaghut. Pembela-pembelanya: Polri, TNI, pengadilan, dan ormas-ormas pro NKRI adalah Ansharut Thaghut.

Apa beda teroris gelombang kedua dan ketiga? Dua-duanya sama-sama salafi-jihadi. Bedanya, teroris gelombang kedua lebih terlatih dan terpimpin. Ilmu agamanya juga lebih matang. Banyak di antara mereka alim, menguasai ilmu-ilmu agama karena digembleng di Afghanistan.

Mereka tidak hanya dilatih tadrib askari (diklat militer), tetapi juga diajari ilmu tauhid, tafsir, hadis, dan fikih jihad. Banyak di antara mereka meyakini tidak boleh merusak tempat ibadah. Mereka juga pantang melibatkan wanita dan anak-anak.

Sementara teroris gelombang ketiga mayoritas awam ilmu agama. Skil militer mereka juga terbatas. Amaliah bisa dilakukan seadanya dan semampunya.

Mari kita bandingkan produk amaliah generasi kedua dan ketiga.

Generasi kedua: Bom Bali I (2002), bom JW Marriot, Jakarta (2003), bom Kedubes Australia, Jakarta (2004), bom Bali II (2005), dan bom JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta (2009). Korbannya kolosal, menimbulkan trauma yang mendalam.

Generasi ketiga: bom Jl. MH Thamrin (2016), bom Mapolresta Surakarta (2016), Bom Molotov Samarinda (2016), bom Kampung Melayu (2017), bom Bandung (2017), kerusuhan Mako Brimob (2018), bom Gereja Surabaya (2018), bom Mapolrestabes Medan, penusukan Menkopolhukam Wiranto (2019), dan bom Gereja Katedral, Makassar (2021).

Ini rata-rata bom bunuh diri. Korbannya mereka sendiri. Betul-betul amatiran. Sebagian melibatkan pasangan suami-isteri yang frustrasi. Tentu saja tanpa skil militer yang memadai. Bahasa arek Suroboyo-nya: bonek.

Modalnya semangat. Pokoknya jihad. Ibarat kata, tak ada rotan akar pun jadi. Tidak ada bom, bisa dengan kelewang, ketapel, atau belati. Tidak ada granat, bisa dengan bom panci.

Mereka sering diolok-olok oleh seniornya teroris gelombang kedua. Kalau di-bloko-suto-kan, kira-kira begini: pekok, ngawur, tidak terukur! Tapi daya tular mereka cepat sekali, seperti virus korona. Ibarat hilang satu, tumbuh seribu.

Dicokok aparat di sini, bertunas di sana. Alhasil, kita masih akan menghadapi sel-sel JAD entah sampai kapan. Wallahu a’lam.

M Kholid Syeirazi

Tags: Kronologi Bom makassarM Khalid SyeiraziSejarah JAD
117
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Mahasiswa Tewas Dipukuli Karena Tidur di Masjid, Bagaimana Sebenarnya Hukum Tidur di Masjid?

Mahasiswa Tewas Dipukuli Karena Tidur di Masjid, Bagaimana Sebenarnya Hukum Tidur di Masjid?

11 bulan ago
131
Meluruskan Narasi Negatif “Calon Tunggal”, Menuju Perhelatan Kontestasi Pilkada Bangkalan

Meluruskan Narasi Negatif “Calon Tunggal”, Menuju Perhelatan Kontestasi Pilkada Bangkalan

2 tahun ago
127
Efek Elektoral Dukungan Demokrat Ke Prabowo

Efek Elektoral Dukungan Demokrat Ke Prabowo

3 tahun ago
46
Perlunya Suksesi Kekuasaan

Perlunya Suksesi Kekuasaan

4 tahun ago
65
Pastikan Kita Punya Urgensi Dan Alasan Yang Kuat Untuk Mengubah Sistem Pemilu

Pastikan Kita Punya Urgensi Dan Alasan Yang Kuat Untuk Mengubah Sistem Pemilu

4 tahun ago
39
Moral Politik Transaksional

Moral Politik Transaksional

4 tahun ago
52
Next Post
Ahmat Yani Jadi Ketua Partai Masyumi, Siapa Dia?

Ahmat Yani Jadi Ketua Partai Masyumi, Siapa Dia?

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In