• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 24 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nusantara

Nasib Almarhumin Tergantung Anak Cucunya

  • Kamis, 19 November 2020 14:22
FacebookTwitterWhatsApp

penanews.id, JAKARTA -ais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengatakan nasib seorang yang sudah wafat tergantung anak-cucunya.

Hal ini disampaikannya saat membedah kitab Adabul Alim wal Muta’allim karya KH M Hasyim Asy’ari di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Baca Juga:

Waktu yang Baik Buat Berdoa

Agar Beristighfar Tidak Malah Berpotensi Dosa

Gus Baha dalam kegiatan tersebut memuji usaha KH Ishom Hadziq, cucu Kiai Hasyim Asy’ari yang keliling ke mana-mana mengumpulkan kitab Mbah Hasyim.

“Orang yang sudah meninggal, ia berstatus apa di masyarakat ya tergantung anak cucunya. Ini berbahaya sekali jika cucunya tidak bisa menjaga. Apa lagi jika anak cucunya hubbu dunia,” katanya, Ahad (15/11).  

Menurutnya, banyaknya orang mengkaji pemikiran Kiai Hasyim Asy’ari Tebuireng karena memiliki anak biologis dan ideologis yang hebat.

Anak biologis ada KH A Wahid Hasyim, KH Ishom Hadziq dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sedangkan anak ideologis ada KH Baidhawi, Kiai Sidiq, dan KH Abdul Wahab Chasbullah.  

“Andai Mbah Hasyim tidak punya putra Gus Wahid, menantu Mbah Maksum, Mbah Muhaimin yang mendirikan madrasah di Makkah dan murid yang hebat maka mungkin tidak banyak lagi orang bahas Mbah Hasyim,” imbuh pakar tafsir asal Rembang ini.

Gus Baha lalu menceritakan, di Indonesia banyak ulama Ahlussunah wal Jamaah yang setelah wafat tidak dikaji lagi pemikirannya karena anak cucunya mengharamkan haul.

Bahayanya, pengharaman itu dianggap pemikiran dari ulama tersebut. Kejadian tersebut menurutnya sama dengan peristiwa Nabi Ibrahim dibela Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 67.

Di sana, Allah menjelaskan bahwa Ibrahim bukan Yahudi atau Nasrani. Karena sempat ada anggapan bahwa Ibrahim bapaknya orang Yahudi. Di sini, pengaruh anak-cucu yang besar pada tokoh yang sudah wafat.  

Hal ini bermula ketika Nabi Ibrahim punya anak bernama Ishak. Ishak punya anak namanya Ya’qub, punya anak lagi Yusuf. Ya’qub punya gelar Abu Israel.

Dua belas suku dalam Bani Israel didasarkan atas dua belas putra Ya’qub. Saat wafat diberikan bendera Israel di makamnya.   

“Ini timbul anggapan seakan Ibrahim pendirinya Yahudi karena punya cucu yang dianggap bapaknya orang Yahudi, identik dengan Israel. Sehingga Allah membela Ibrahim dengan kata Ma Kana Ibrahimu Yahudiyan,” beber Gus Baha.  

Kejadian lainya menurut Gus Baha yaitu fenomena redupnya cahaya keilmuan Imam Laits bin Sa’ad.

Nama aslinya Abu Harits Laits bin Sa’ad bin Abdurrahman, seorang ulama, ahli fikih, perawi hadits dan cendekiawan Muslim yang hidup pada kekuasaan Bani Umayyah.

Namun, karena muridnya tidak pandai dan tidak ada dokumentasi karyanya maka lebih terkenal Imam Malik. Ini sangat disayangkan.  

“Imam Syafi’i pernah mengkritik murid-murid Imam Laits karena muridnya tidak mendokumentasikan karya gurunya. Padahal saat itu Imam Laits dalam ilmu fikih lebih hebat dari Imam Malik, gurunya Imam Syafi’i,” tandasnya.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/124658/gus-baha–nasib-orang-yang-sudah-wafat-tergantung-anak-cucunya

Tags: gus baha tentang orang matiGus Baha'Gus yaqutKH bahaudin nursalim
139
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

9 bulan yang lalu
75
Diduga Kelelahan, Warga Surabaya  Hantam Fuso yang Sedang Parkir

Diduga Kelelahan, Warga Surabaya Hantam Fuso yang Sedang Parkir

11 bulan yang lalu
54
Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

1 tahun yang lalu
70
Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

1 tahun yang lalu
53
Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

2 tahun yang lalu
103
Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

2 tahun yang lalu
58
Berikutnya
Meski Daring, Biaya Wisuda di Unija Kok Tetap Mahal

Meski Daring, Biaya Wisuda di Unija Kok Tetap Mahal

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.