
Penanews.id, BANGKALAN – Seorang nenek berusia 80 tahun, Nasumah, warga Desa Pataonan, Kecamatan Socah, Bangkalan, ditemukan meninggal dunia di sebuah tambak warga di Desa Dakiring pada Kamis (13/11). Penemuan ini mengakhiri pencarian selama tiga hari setelah nenek tersebut dilaporkan hilang.
Jenazah almarhumah pertama kali ditemukan oleh warga setempat di dalam tambak yang airnya telah surut. Lokasi penemuan tersebut berada di desa tetangga, tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Setelah ditemukan, pihak kepolisian dari Polsek Socah Bangkalan segera diterjunkan untuk memproses lokasi kejadian. Jenazah kemudian dibawa ke Kamar Mayat RSUD Syamrabu Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan otopsi guna mengetahui penyebab kematian.
Identitas korban berhasil dikonfirmasi tidak lama kemudian. Keluarga yang mendengar kabar pun bergegas ke rumah sakit untuk membawa pulang jenazah almarhumah.
HJ Abdul Halim, sepupu korban, mengonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan adalah Nasumah. “Kami pertama kali mengetahui informasi dari status WhatsApp tetangga. Setelah melihatnya, kami langsung bisa mengenali bahwa itu adalah dia,” ujarnya pada Kamis (13/11).
Abdul Halim juga menjelaskan bahwa kondisi Nasumah yang sudah pikun karena faktor usia seringkali membuatnya pergi dari rumah tanpa sepengetahuan keluarga.
Baca Juga:
“Almarhumah memang sudah sering pergi dan menghilang dari rumah. Sebelum meninggal, dia sudah tidak pulang selama tiga hari,” jelasnya.
Nasumah tinggal sendirian di rumahnya, namun sehari-harinia dirawat oleh saudara yang tinggal di pekarangan yang sama. “Almarhumah mempunyai tiga anak, namun semuanya berada di perantauan. Suaminya juga sudah lama meninggal dunia,” pungkas Abdul Halim.
Berdasarkan hasil otopsi yang dikeluarkan oleh RSUD Syamrabu Bangkalan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh almarhumah. Satu-satunya luka yang ditemukan adalah lebam di bagian tangan kanan, yang diduga kuat akibat terbawa arus ombak dan membentur karang selama di dalam air.
IMAM






