• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Senin, 27 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Ancam Tak Luluskan Kuliah, Dosen Lecehkan Delapan Mahasiswi di Padang

  • Rabu, 28 Desember 2022 16:14
FacebookTwitterWhatsApp
Ilustrasi



Penanews.id, SUMUT- Berawal dari terkuaknya kasus pelecehan seorang dosen, satu per satu mahasiswi mulai berani buka suara tentang pengalaman serupa yang menimpa mereka. Jumlah korbannya kini mencapai delapan orang.



Dugaan pelecehan yang terjadi di Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat, pertama kali terungkap melalui unggahan akun Instagram @infounand pada 21 Desember 2022.

Baca Juga:

Kronologi Bocah 9 Tahun di Modung Jadi Korban Asusila

Minta Siswi Saling Raba Rok, SMA ini Jadi Sorotan Publik

Menurut keterangan dalam video, dosen Fakultas Ilmu Budaya berinisial KC memaksa mahasiswi menciumnya supaya diizinkan tidak masuk kuliah.



Korban diancam tidak diluluskan jika menolak permintaan dosen. Kejadian ini berlangsung di rumah sang dosen ketika korban dan beberapa orang temannya bertamu untuk urusan kampus.


Rupanya, mahasiswi itu bukan satu-satunya korban KC. Ada tujuh orang lainnya yang mengaku dipaksa melayani nafsu dosen. Bahkan KC dituding memerkosa mahasiswi. Namun, para korban tidak pernah melaporkan tindakan bejatnya karena takut tidak lulus, atau ketahuan orang tua mereka.

“Korban juga tidak ingin apa yang mereka alami diketahui oleh orang tuanya,” kata Direktur Women Crisis Centre (WCC) Nurani Perempuan, Rahmi Meri Yenti, dikutip dari Tribun.


Tiga korban telah mendapat pendampingan dari WCC Nurani Perempuan, sedangkan dua lainnya berupa komunikasi saja. Sisanya tidak meminta bantuan pendampingan kepada organisasi yang menyediakan bantuan psikologis dan hukum bagi penyintas kekerasan seksual.



Menindaklanjuti kasus ini, Kasi Humas dan Protokoler Universitas Andalas, Benny Amir, mengatakan, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Andalas telah memeriksa KC dan satu mahasiswi yang menjadi korban.



Pemeriksaan mengungkapkan kejadian pelecehan seksual oleh KC terjadi awal tahun ini, sementara kasusnya ditangani sejak Oktober 2022. “Dosen ini sudah dibebaskan tugas sekarang atau dinonaktifkan sementara sampai proses pemeriksaan kasus,” kata Benny. “Kasus ini diketahui sekitar bulan Januari atau Februari tahun 2022.”



Dosen menyalahgunakan kekuasaannya telah menjadi momok bagi perguruan tinggi di Tanah Air. Syafri Harto, Dekan FISIP Universitas Riau, Pekanbaru, dilaporkan mencium dan memeluk paksa seorang mahasiswi. Kejadian yang berlangsung November 2021 sempat masuk ke ranah hukum, tapi pelaku dinyatakan bebas oleh hakim.

Kasus serupa pernah terjadi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jawa Timur, sekitar awal 2020 lalu. Dosen Prodi Ilmu Hukum berinisial H memaksa korban untuk menciumnya ketika mereka sedang bimbingan skripsi.

Sementara itu, di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan, dosen memaksa seorang mahasiswi pegang alat kelaminnya saat keduanya bertemu di laboratorium kampus.

EMbe/ Vice.com

Tags: Pelecehan di universitas AndalasPelecehan seksualPelecehan seksual di kampus
154
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

4 bulan yang lalu
20
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

5 bulan yang lalu
34
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

5 bulan yang lalu
35
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

6 bulan yang lalu
22
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

11 bulan yang lalu
58
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

11 bulan yang lalu
43
Berikutnya
Perumahan di Kwanyar Diduga Serobot Lahan Warga, Jika Terbukti Akan di Stop Sementara

Perumahan di Kwanyar Diduga Serobot Lahan Warga, Jika Terbukti Akan di Stop Sementara

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.