
Penanews.id, BANGKALAN – Setelah mengatasi sejumlah hambatan, penyaluran perdana donasi Alba Koin akhirnya terlaksana sesuai rencana, Jumat, 10 September 2022.
Habiburrohman, Koordinator Alba Koin, menyalurkan sendiri donasi itu, kepada 8 santri Pondok Pesantren Al-Amien yang telah lolos verifikasi sebagai penerima.
Habib bilang verifikasi para penerima sangat ketat. Dia tidak mau uang donasi salah sasaran. Misalnya diberikan pada anak yatim namun punya saudara yang kaya raya.
Verifikasi penerima donasi pun tak memakai indikator-indikator warga miskin versi pemerintah. Sebab, indikator yang memasukkan bagus tidaknya tempat tinggal ini sebagai salah satu penilaian kerap meleset.
Habib yang seorang guru, pernah mendapati seorang siswanya tidak mampu bayar SPP sementara dia tinggal di rumah ‘gedong’. Setelah ditinjau langsung, rumah itu rupanya milik saudaranya di perantauan dan keluarga siswa hanya menempati sementara agar tetap terawat.
“Selain yatim piatu, santri yang orang tuanya kena PHK, juga bisa mendapatkan donasi, tentu melalui verifikasi yang ketat,” Kata Habib.
Sejarah Alba Koin
Pesantren Al-Amien Prenduan terletak di Desa Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Ikatan keluarga besar Al-Amien atau Ikbal adalah nama organisasi yang menampung para alumni.
Alba Koin merupakan program inovatif dari pengurus Ikbal Korda Kabupaten Bangkalan. Inilah mengapa cakupan pemberian donasi Alba Koin terbatas hanya untuk santri Al-Amien asal Bangkalan.
Habib cerita munculnya ide membuat lembaga semacam Alba Koin bermula di masa pandemi corona. Di awal kemunculan virus ini, banyak wali santri di Bangkalan yang kena PHK, sehingga kesulitan untuk membiayai anak-anaknya yang tengah Mondok di Al-Amien.
Beberapa santri bahkan terpaksa diberhentikan oleh orangtuanya karena masalah keuangan. Berbagai peristiwa inilah yang kemudian membuat pengurus mencarikan solusi hingga muncullah ide mengumpulkan donasi lewat Alba Koin.
“Alhamdulillah, edisi perdana Alba Koin mengumpulkan dana kurang lebih 5 juta, dana ini cukup untuk membantu pembiayaan SPP 8 santri selama tiga bulan penuh,” Ujar Habib.
Donatur Alba Koin sendiri terbatas hanya pada wali santri dan alumni di Kabupaten Bangkalan. Mereka yang mau menjadi donatur bisa mendaftar lewat pengurus Ikbal dan kemudian diberikan kaleng donasi.
Setiap bulan, pengurus Alba Koin akan mendatangi rumah-rumah donatur untuk mengambil isi kaleng tersebut di awal bulan. Sementara untuk non alumni dan wali santri, Alba Koin juga menyediakan rekening untuk Bagi siapa saja yang mau menjadi donatur program ini.
“Kiai Idris (salah satu pendiri Al-Amien) pernah dawuh, jangan sampai berhenti mondok hanya karena masalah biaya, dawuh ini selalu menjadi pegangan dan penyemangat kami,” Tutur Habib.

Bahagia Karena Memberi
Syaini Sukijan, tim verifikator Alba Koin, mendapat banyak pengalaman haru.
Ada kaka beradik yang sama-sama nyantri di Al-Amien. Si kakak sudah kelas 4, si adik masih kelas 3. Syaini kaget ternyata, yang membiayai mereka bukanlah orang tuanya. Sudah setahun berjalan, mereka dibiayai oleh seorang gurunya.
Orang tua mereka, kata Syaini, sedang mengalami kesulitan keuangan. Ayahnya kehilangan pekerjaan di masa pandemi. Sementara ibunya bekerja apa saja demi biaya sekolah anaknya.
Suatu kali, orang tua mereka menyerah. Tak lagi bisa membiayai kedua anaknya. Si ustadzah yang mendengar itu meminta agar keduanya jangan sampai berhenti mondok. Dia pun mengupayakan donasi lewat postingan di status WA.
“Ustadzahnya ini yang menggalang donasi untuk dua santri ini. Dan ini sudah setahun berjalan, luar biasa. Sekarang, pembiayaan mereka diambil alih Alba Koin. Memberi adalah kebahagiaan yang tiada tara,” Katanya.
EMbe







