
Penanews.id,BANGKALAN- Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur hari ini, Rabu, 15 Juni 2022, meninjau langsung kondisi SDN Sambiyan 4, di Kecamatan Konang.
Tak hanya SDN Sambiyan 4, rombongan legislator itu juga meninjau kondisi SDN Sambiyan 3. Ketika tiba di lokasi, ternyata kondisi bangunan SDN Sambiyan 3 lebih parah rusaknya.
“SDN Sambiyan 3 sama sekali tidak bisa dipakai 3 ruang kelas,” tutur Ketua Komisi D, Nur Hasan, kepada Penanews.id melalui saluran telepon.
Nur Hasan menjelaskan, tidak difungsikannya 3 ruang kelas di SDN Sambiyan 3 lantaran tidak ada atap. Ada 3 ruang kelas lagi, namun kondisinya cukup memprihatinkan.
“Kalau ditempati khawatir membahayakan. Kondisi murid juga memprihatinkan, sebagian kelompok belajar harus numpang dirumah warga,” terang dia.
Setelah di croscek, lanjut Nur Hasan, ternyata rata-rata operator sekolah, melaporkan kondisi bangunan hanya mengalami rusak ringan, padahal faktanya rusak berat.
“Operator sekolah harus ditata betul oleh pengawas dan korwil. Kalau rusak berat sampaikan berat. Jangan di dapodik disampikan ringan, kalau rusak berat, repot dari atas yang mau memberi bantuan,” ujar dia.
Kepada Dinas Pendidikan (Disdik), Komisi D kata Nur Hasan merekomendasikan agar SDN Sambiyen 3 di prioritaskan pembangunannya pada tahun 2023.
“Meski hanya dapat 1 kelas enggak apa-apa. Itu rekomendasi dari kami. Harus di Prioritaskan oleh Kepala Dinas,” pinta dia.
Jika usulan melalui DAK tahun berikutnya sudah lewat waktunya, sambung politisi PPP itu, jika DAU mumpuni maka SDN Sambiyan 3 harus menjadi prioritas.
“Kondisi SDN Sambiyan 3 sangat parah ketimbang SDN Sambiyan 4. Jadi harus prioritas, karena murid harus belajar dirumah warga. Kalau di Sambiyan 4 masih di gedung sekolah meski 1 kelas dibagi dua,” tutup dia.
Abdi







