• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Rabu, 22 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nusantara

Densus Tembak Mati Dokter Sunardi

  • Sabtu, 12 Maret 2022 17:33
FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

Ledakan di Polsek Astana Anyar Diduga Bom Bunuh Diri, Satu Polisi Tewas

Guru SD Negeri di Sampang Ditangkap Densus 88

Ilustrasi


Penanews.id, JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menembak mati seorang tersangka teroris bernama dokter Sunardi di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah pada Rabu (9/3) malam. Sunardi diduga merupakan bagian dari jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Penembakan Sunardi lantas menuai polemik. Sejumlah spekulasi hingga dugaan proses pengejaran yang tak sesuai prosedur pun tersebar usai upaya penegakkan hukum itu dilakukan.

Polri mengklaim bahwa penembakan Sunardi sudah dilakukan sesuai aturan. Dia pun telah ditetapkan sebagai tersangka sebelum akan ditangkap.

“Status tersangka, status SU sebelum dilakukan penangkapan adalah tersangka tindak pidana terorisme, bukan terduga,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Jumat (11/3).

Menurut polisi, Sunardi merupakan sosok yang menjabat sebagai amir atau pimpinan di jaringan tersebut.

Ramadhan menuturkan, dia berperan sebagai penasehat. Namun demikian, ia tak merincikan lebih jauh mengenai sejak kapan Sunardi bergabung dengan JI dan mengemban tugas tersebut.

Sunardi juga aktif dalam lembaga kemanusiaan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI). Namun demikian, kelompok ini diduga merupakan organisasi sayap dari JI yang sebenarnya membantu pergerakkan aktivitas teror.

“Yang bersangkutan sebagai penasehat amir JI, dan juga penanggung jawab Hilal Ahmar Society,” jelas dia.

HASI, kata Ramadhan, merupakan kelompok yang sudah ditetapkan oleh putusan pengadilan sebagai organisasi terlarang sejak 2015. Kelompok ini menjadi bagian yang mendanai, hingga mengirimkan kombatan teroris ke Suriah.

Keterlibatannya dalam kelompok tersebut turut menjadi salah satu alasan Sunardi akan ditangkap oleh aparat pada malam sebelum ia diganjar timah panas itu.

Detik-detik Penembakan versi Polisi

Ramadhan mengungkapkan bahwa Sunardi melawan petugas saat hendak ditangkap. Tindakan yang dilakukan tersangka itu saat hendak diamankan dianggap membahayakan jiwa petugas dan masyarakat.

Polisi, kata Ramadhan, semula mencoba menghentikan laju mobil bak yang dikendarai oleh tersangka dengan menaiki mobil tersebut dari belakang. Petugas sempat memberikan peringatan agar tersangka menghentikan lajunya.

Namun demikian, tersangka tidak mengindahkan peringatan tersebut dan tetap melaju kencang dengan menggoyangkan kemudi mobil.

“Atau gerakan zigzag yang tujuannya menjatuhkan petugas. Kemudian menabrak masyarakat yang melintas,” kata dia.

Polisi pun mengeluarkan tembakan ke arah punggung atas dan bagian pinggul kanan bawah tersangka. Upaya itu dilakukan usai laju kendaraan sempat menabrak rumah hingga kendaraan masyarakat.

Dalam pengejaran, ada dua polisi yang bertugas di detasemen berlambang burung hantu itu terluka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.

“Petugas membawa tersangka ke RS Bhayangkara Polresta Surakarta untuk penanganan medis, namun yang bersangkutan meninggal dunia saat dievakuasi,” jelasnya.

Picu Keraguan

Pengejaran hingga berakhir penembakan terhadap Sunardi menilai polemik. Islamic Study and Action Center (ISAC) Surakarta mengungkapkan, keluarga Sunardi tak mendapat surat penangkapan ataupun penetapan Sunardi sebagai tersangka.

Organisasi yang Organisasi yang aktif mengadvokasi kasus-kasus penangkapan terduga teroris itu pun menyayangkan upaya Densus yang menembak mati Sunardi, bukan melumpuhkannya.

“Apakah proses penangkapan dalam keadaan semacam itu sudah sesuai prosedur,” kata Sekretaris ISAC Surakarta, Endro Sudarsono saat dihubungi.

Ia menilai, penyergapan Sunardi janggal sehingga menyarankan pihak keluarga agar mengambil langkah hukum terkait kematiannya.

Keluarga disarankan agar menggugat pihak kepolisian atas dugaan perbuatan melawan hukum. Mengingat adanya potensi pelanggaran prosedur dalam penangkapan Sunardi.

“(gugatan) dalam bentuk perbuatan melawan hukum bukan praperadilan,” kata dia.

Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik tindakan aparat hingga mengakibatkan dokter itu tewas. Menurutnya, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab merupakan keharusan. Namun, kata dia, yang dipraktikkan justru sebaliknya.

“Seharusnya ‘Kemanusiaan yang adil dan beradab’, tapi prakteknya ‘kebiadaban yang tidak adil tanpa kemanusiaan’. Semoga Alm dr Sunardi mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin,” kata Fadli meretweet postingan Zubairi.

Sumber: merdeka.com







Tags: Densus 88Jamaah IslamiyahPenembakan dokter SunardiTerorisme
48
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

9 bulan yang lalu
75
Diduga Kelelahan, Warga Surabaya  Hantam Fuso yang Sedang Parkir

Diduga Kelelahan, Warga Surabaya Hantam Fuso yang Sedang Parkir

11 bulan yang lalu
54
Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

1 tahun yang lalu
70
Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

1 tahun yang lalu
53
Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

2 tahun yang lalu
103
Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

2 tahun yang lalu
58
Berikutnya
Luhut Bilang Punya Big Data Bahwa Rakyat Mau Pemilu Ditunda

Luhut Bilang Punya Big Data Bahwa Rakyat Mau Pemilu Ditunda

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.