
Penanews.id, BANGKALAN- Sebanyak 3800 ton pupuk bersubsidi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, tahun 2021 tidak terserap.
Kasubag Perencanan Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahotbun) Bangkalan, CHK Karya Dinata membenarkan hal itu.
“Dari 20 ribu ton yang terserap hanya 16000 ton,” terang dia kepada Penanews.id. Senin, 7 Februari 2022.
Tidak terserapnya ribuan ton pupuk subsidi itu kata CHK itu bukan salahnya Dispertahotbun, melainkan pabrikan yang tersendat melakukan pengiriman.
“Kami sudah mewanti-wanti kepada pabrikan dan distributor kuota pupuk harus habis, sehingga setiap hari harus menghabiskan 200 sampai 300 ton harus terserap,” dalih dia.
Meski jumlah pupuk yang tidak terserap lumayan tinggi, namun kata CHK tidak berperangaruh terhadap stok pupuk di lapangan.
“Fakta saat ini kuota pupuk subsidi naik, dari 20.000 menjadi 23.000 ton,” beber dia.
CHK mengklaim tidak memiliki tanggung jawab atas minimnya serapan pupuk bersubsidi tahun 2021. Tanggung jawab itu, lanjut dia, melekat pada distributor.
“Krena anggarannya tidak melalui Dispertahotbun, melainkan dari pusat ke Pabrikan langsung.
Distributor dan pabrikan yang menyalurkan, nanti mereka yang menebus ke pusat,” Pungkas dia.
SAE







