Baca Juga:

penanews.id, BANGKALAN – Pimpinan Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Jawa Timur terus menggalakkan program kaderisasi. Hal itu dilakukan sebagai upaya membentuk kader yang militan dan memiliki Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul.
Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar hadir dan membuka secara resmi Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) ke XLIII yang berlokasi di Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Demangan, Bangkalan.
Abah Marzuqi menjelaskan, bahwa MK memang program yang harus dilakukan dan diikuti terutama oleh seluruh pengurus NU berserta lembaga dan banomnya.
Ulama asal Malang itu menuturkan, bahwa digelarnya MK adalah untuk meningkatkan SDM yang unggul, semangat dan dedikasi yang tinggi serta semangat berkorban yang total. Sehingga para pengurus memiliki kapasitas yang maksimal didalam mengurus organisasi NU.
“MK itu memang harus dilakukan, agar para pengurus memiliki SDM yang unggul, semangat dan dedikasi yang tinggi juga semangat berkobannya besar. Sehingga para pengurus nanti memiliki kapasitas yang maksimal untuk mengurusi NU,” Tuturnya, Jum’at (28/1/2022).
Lebih lanjut, abah Marzuqi menjelaskan bahwa, MKNU merupakan amanah dari Muktamar NU Jombang 2015 silam. Dimana setiap kader yang ditunjuk sebagai pengurus, terlebih dahulu harus telah lulus pengkaderan, hal itu berlaku mulai dari tingkat Pusat sampai tingkat paling bawah yakni anak ranting.
“Bahwa sebelum menjadi pengurus, semua harus telah lulus pengkaderan baik di tingkat pusat maupun tingkat paling rendah, dan itu dibuktikan dengan melampirkan sertifikat.” Lanjutnya.
Ditanya soal targetnya untuk PWNU Jawa Timur kedepan, KH. Marzuqi mengatakan bahwa pihaknya tidak muluk-muluk dengan target, yang jelas semua pengurus dan anggota harus sama-sama bergerak dan bertindak.
“Gak ada target-targetan, pokoknya semuanya harus bergerak. Kita jalan terus, demi kemaslahatan umat,” Tuturnya.
Sementara itu, Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, M.Si, selaku ketua MKNU PWNU Jawa Timur mengatakan, bahwa saat ini sudah banyak golongan-golongan yang mulai menggerogoti kader-kader NU dari berbagai lini.
Gus Mujib menilai, bahwa MK NU sangat penting untuk membentengi kader yang masih labil agar tidak mudah digoyahkan oleh rayuan-rayuan kelompok radikal dan non ahli Sunnah Wal Jamaah.
“Sekarang kondisinya sudah miris, bahwa ada kasus dimana kader kita digerogoti oleh kelompok radikal dan wahabi. Maka menjadi penting bagi kader dan pengurus untuk mengikuti MKNU ini.” Ucapnya.
YON







