• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Selasa, 21 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Begitu Komplek Masalah di Kemenag, Gus Yaqut Ibaratkan Meja Yang tak Kelihatan Tepinya

  • Sabtu, 25 Desember 2021 16:55
FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

Mau Bangun atau Renov Masjid, Begini Caranya Dapat Bantuan dari Kemenag

Soal Aturan Toa Masjid dan Gonggong Anjing, Begini Penjelasan Kemenag




Penanews.id, JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut banyak sekali permasalahan yang ada di Kementerian yang saat ini dia pimpin. Yaqut menganalogikan Kementerian Agama sebagai meja yang tak lagi terlihat tepiannya saking banyaknya masalah yang menumpuk di atasnya.

“Kemenag yang sekarang saya pimpin ini, tidak lagi terlihat tepiannya. Kenapa? Saking banyaknya problem yang menumpuk di atasnya,” kata Yaqut dalam postingan di Facebook, Sabtu (25/12).

Menurutnya, permasalahan tersebut harus segera dia bereskan agar meja bisa kembali seperti sedia kala. Setidaknya kata dia, satu per satu masalah harus diambil dari atas meja.

Saat ini kata Yaqut, genap satu tahun Presiden Joko Widodo mengamanatkan tugas sebagai Menteri Agama kepada dirinya. Tugas itu tentu tidak ringan dan dia harus bekerja keras untuk menjalankan semuanya sesuai amanat Jokowi.

“Hari ini setahun sudah, berharap publik perlahan mulai bisa merasakan kehadiran negara dalam kehidupan beragama yang adil dan proporsional. Bismillah,” kata Yaqut.

Kementerian Agama memang kerap menjadi sorotan. Berbagai masalah muncul dan disangkutkan dengan kementerian yang sebelumnya dipimpin Fachrul Razi itu.

Teranyar Kemenag tersangkut masalah pelecehan dan perkosaan di lingkungan pendidikan pesantren yang dilakukan pimpinan ponpes di Bandung terhadap belasan santrinya. Kemenag harus terkena imbasnya sebab ponpes adalah satuan pendidikan di bawah pengawasan Kementerian Agama.

Bukan hanya lingkungan Ponpes, masalah juga muncul di kalangan universitas yang ada di bawah naungan Kemenag.

Salah satunya persoalan kasus UIN Sumatera Utara yang melibatkan rektornya, Syahrin Harahap, dari mulai kasus plagiasi hingga dugaan jual beli jabatan dan pengaturan proyek. Bahkan ada juga kasus amoral dugaan perselingkuhan di kampus tersebut.

Tak hanya itu, Kementerian Agama juga harus menghadapi permasalahan soal pemberangkatan haji dan umroh yang ditunda dua tahun belakangan akibat pandemi Covid-19.

Belakangan, Yaqut memberhentikan empat Direktur Jenderal di lingkungan Kementerian Agama RI.

Posisi Dirjen dicopot itu di antaranya Tri Handoko Seto yang menjabat sebagai Dirjen Bina Masyarakat (Bimas) Hindu dan Dirjen Bimas Buddha Caliadi. Kemudian diberhentikan pula Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro, dan Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali menyatakan keempat pejabat tersebut telah dimutasi ke jabatan fungsional per 6 Desember 2021.

“Alasannya untuk kepentingan organisasi dan penyegaran. Rotasi dan mutasi adalah hal yang biasa dalam organisasi untuk penyegaran,” kata Nizar kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/12).

Sumber: CNN Indonesia.com



Tags: Gus yaqut qoumasKemenag RIMenag copot Dirjenmenag menteri semua agamaPecat empat dirjen kemenag
66
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

4 bulan yang lalu
20
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

5 bulan yang lalu
34
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

5 bulan yang lalu
34
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

6 bulan yang lalu
22
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

11 bulan yang lalu
58
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

11 bulan yang lalu
43
Berikutnya
AHY: Selamat Gus Yahya, Demokrat Siap Bersinergi

AHY: Selamat Gus Yahya, Demokrat Siap Bersinergi

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.