• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 17 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Sampang

Perlu Sinergi Menghadapi Kasus Kekerasan Anak

  • Selasa, 9 November 2021 14:19
FacebookTwitterWhatsApp
Foto/istimewa

Penanews.id, SAMPANG – Perlu sinergi antar semua elemen menghadapi permasalahan dalam kekerasan terhadap anak yang sering muncul di Kabupaten Sampang. Hal itu diungkapkan Aktivis Perempuan dan Anak Siti Farida saat menjadi narasumber Serial Diskusi yang digelar Aliansi Jurnalis Sampang (AJS), Sabtu (6/11/2021) kemarin.

“Karena itu perlu ada sinergi dalam mengatasi permasalahan perempuan dan anak yang kompleks ini,” ucap Siti Farida yang juga sebagai Aktivis Madura Development Watch (MDW) Sampang.

Baca Juga:

Pilkada Sampang, Klebun Wid Minta Timses Tenang: Kita Ratakan Kemenangan MANDAT

Sampang Raih Penghargaan Gerakan Menuju Smart City 2023

Serial diskusi digelar di aula Hotel Panglima dengan mengusung tema ‘Menyoal Keamanan Anak di Kabupaten Layak Anak’. Peserta diskusi diantaranya perwakilan mahasiswa dari beberapa organisasi, lawyer dari LPBH NU Sampang.

Empat narasumber dihadirkan yaitu Aktivis Perempuan dan Anak Siti Farida, Penyidik PPA Polres Sampang Aipda R. Sukardono Kusuma, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sampang Moh Fadeli, anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh Iqbal Fathoni.

Lanjut Farida, tentu semua berharap agar nantinya kekerasan terhadap anak di Sampang bisa terus dikurangi, dicegah, bahkan diakhiri. Tak hanya itu, termasuk dominan kasus pelecehan seksual terhadap perempuan.

Untuk mengatasinya, pemerintah bersama penegak hukum harus merespon cepat permasalahan tersebut dengan membuat program-program inovatif terkait pencegahan kekerasan terhadap anak. Mengingat, kasus ini masih kerap terjadi di wilayah hukum Sampang tak lain daerah yang memiliki predikat layak anak.

Semisal, Dinsos PPPA melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) mencanangkan program aduan masyarakat seperti membuat call center.

Sebab, selama dirinya mendampingi kasus kekerasan anak, pihak keluarga kebingungan tidak tahu ke mana harus melaporkan. Apalagi yang menjadi korban adalah orang-orang yang wawasannya kurang luas.

“Jadi harus punya call center sebagai penguatan kelembagaan hingga ke tingkat desa, sehingga apabila terjadi kekerasan terhadap anak bisa langsung menghubungi call center yang disiapkan,” tuturnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh Iqbal Fathoni juga berpendapat bahwa kedepan harus ada sinergitas antar organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melindungi hak-hak anak, menjamin keamanannya dari kekerasan dan melindungi dari berbagai hal seperti psikis anak.

“Dari hemat pikir saya, lebih baik dan mending tidak mendapat penghargaan Kabupaten Layak Anak, jika masih terjadi kekerasan, oleh karena itu yang penting adalah prosesnya mewujudkan kabupaten yang layak bagi anak,” ungkap Bung Fafan panggilan akrabnya.

Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Sampang, Mohammad Fadeli menyampaikan, perlu waktu dan kerja keras untuk meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan dan hak-hak anak. Maka, tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak guna meminimalisir kekerasan terhadap anak.

“Banyak indikator penilaian yang dilakukan pemerintah pusat, oleh karena itu kita masih di level pratama, tidak langsung ke level madya,” terang Fadeli.

Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sampang Aipda R Sukardono Kusuma menyebutkan, saat ini paling tren tindak pidana persetubuhan terhadap anak. Namun begitu, pihaknya menyampaikan bahwa kasus kekerasan anak semenjak setahun terakhir telah mengalami penurunan.

“Jika berbicara jumlah kasus antara 2020 dengan 2021, itu ada penurunan yaitu sekitar 5 sampai 6 kasus,” ucapnya.

Sukardono menegaskan, pemeriksaan terhadap anak yang terlibat kasus, baik sebagai pelaku, korban maupun saksi, wajib didampingi oleh penasihat hukum, orang tua atau wali, atau lembaga-lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah seperti Dinsos-PPPA Sampang.

Diketahui, kasus kekerasan dari tahun ke tahun kerap terjadi, pada tahun 2020 jumlahnya sekitar 62 kasus, pada awal tahun 2021 hingga September sekitar 31 kasus, jadi ada selisih 50 persen.

Terpisah, Ketua AJS Abdul Wahed menjelaskan, tujuan kegiatan ini dalam rangka mendukung pemerintah untuk memberikan perlindungan yang maksimal kepada anak dan perempuan. Sehingga di Sampang merupakan kabupaten yang mendapatkan predikat layak anak kasus kekerasan tidak terus kembali terjadi.

“Intinya, mengusung tema itu berangkat dari kejadian aktual yang terjadi dari beberapa waktu terakhir, sehingga kami harapkan perlindungan anak dan perempuan benar-benar dilakukan,” imbuhnya.

Har

Tags: Aktivis perempuanAnak dibawah umurDPRD kabupaten SampangDPRD SampangKasus kekerasanKasus kekerasan anakKasus kekerasan terhadap anakKasus terhadap perempuan dan anakKekerasan terhadap anakKepala dinas pemberdayaan perempuan dan anakLPBH NU SampangMenghadapi kasus kekerasanNU SampangPemkab SampangPenyidik PPA polres SampangPermasalahan perempuan dan anakSampang
44
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Kades se-Madura, Hadiri Pengukuhan Klebun Wijdan Menjadi Korwil PKDI Madura Raya

Kades se-Madura, Hadiri Pengukuhan Klebun Wijdan Menjadi Korwil PKDI Madura Raya

5 bulan yang lalu
61
Diduga Pecah Ban, Mobil Boks Terguling di Jembatan Suramadu

Diduga Pecah Ban, Mobil Boks Terguling di Jembatan Suramadu

5 bulan yang lalu
21
Wali Murid Keluhkan Menu MBG di Sampang

Wali Murid Keluhkan Menu MBG di Sampang

5 bulan yang lalu
54
Aktivis PMII Soroti Penangkapan Demonstran Pilkades di Sampang

Aktivis PMII Soroti Penangkapan Demonstran Pilkades di Sampang

5 bulan yang lalu
219
IMPRES Malang Soroti Pemerintah Sampang, Dukung Aksi Desak Pilkades Segera Digelar

IMPRES Malang Soroti Pemerintah Sampang, Dukung Aksi Desak Pilkades Segera Digelar

6 bulan yang lalu
125
Temui Pendemo Soal Pilkades, Wabup Sampang: Banyak Berdoa Saja Kepada Allah SWT

Temui Pendemo Soal Pilkades, Wabup Sampang: Banyak Berdoa Saja Kepada Allah SWT

6 bulan yang lalu
118
Berikutnya
Cegah Radikalisme Lewat Seni Budaya, Ma’had Aly NC Dapat Bantuan Kearifan Lokal

Cegah Radikalisme Lewat Seni Budaya, Ma'had Aly NC Dapat Bantuan Kearifan Lokal

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.