
Penanews.id, BANGKALAN- Bagaimana orang kaya di Madura merayakan maulid Nabi Muhammad SAW? Redaksi penanews.id mengunjungi rumah Haji Holkin yang menggelar maulid Nabi atau muludan pada Jumat pagi, 6 November 2021.
Terletak di Desa Ngasoran, Desa Dlembeh Dejeh, Tanah Merah, Bangkalan. Rumah pengusaha besi tua di Bekasi ini memiliki luas 1,2 hektare dan pagi itu penuh sesak oleh orang. Kemeriahannya melebihi acara mantenan.
Haji Holkin nampak antusias sekali. Ia menyapa semua orang. Dia memperkirakan jumlah orang yang hadir sekitar 8000 orang.
“Semua warga Dlembeh Dejeh diundang tanpa terkecuali,” Katanya pria berusia 63 tahun ini.
Haji Holkin cerita, tradisi maulid di keluarganya, dimulai sejak masa ayahnya pada 1978. Dia bersyukur karena bisa meneruskan tradisi itu sampai sekarang tanpa sekalipun ‘libur’, bahkan kian meriah setiap tahunnya.
“Alhamdulillah acara seperti ini (Maulid Nabi) tiap tahun kita bisa merayakan bersama masyarakat Dlembeh,” Jelas H Holkin.
Dengan undangan sebanyak itu, di mana tiap undangan mendapat uang slabet dan bingkisan atau berkat berisi beras, minyak goreng, gula dan camilan. Aba Holkin mengatakan menghabiskan dana kurang lebih Rp 400 juta.
Meski bisnisnya sangat terdampak pandemi covid-19, ia tak pernah khawatir tak bisa merayakan muludan. Menurut dia, bulan maulid itu penuh berkah dan dia yakin dengan niat yang tulus, tidak akan susah orang yang bersedekah.
“Saya bersyukur, yang penting punya niat mau muludan, selalu ada jalannya,” Ujar dia.
“Saya sering ngalami, ada barang yang bertahun-tahun tidak laku. Ketika punya niat muludan, Tiba-tiba ada yang beli. Begitu yang saya alami,” Dia menambahkan.
Haji Holkin sendiri hanya lulusan sekolah dasar. Sempat terlunta-lunta di Jakarta hingga jadi kuli bangunan. Dia akhirnya menemukan jalan ke bisnis besi tua setelah dipercaya oleh seorang juragan besi tua asal Sampang.
Pada 1986, dia berbisnis pengolahan bisnis limbah non B3 yang menjadi cikal bakal PT Dua Sekawan Berkah yang eksis hingga sekarang.
“Selain uang, modal utama bisnis itu kejujuran. Karena jujur, saya dipercaya juragan besi tua. Karena jujur saya bisa masuk ke bisnis limbah,” Pesan Haji Holkin.
SAE







