
Penanews.id, SUMUT – Setelah kasus polisi membanting mahasiswa saat demo di Tangerang. Viral juga video polisi di Deli Serdang, Sumatera Utara, memukul seorang pemuda.
Dilansir detik.com, mulanya adalah penilangan. Pemuda itu kena tilang diduga karena tak memakai helm. Polisi hendak menilang dengan menahan kendaraannya.
Namun si pemuda menolak dengan alasan dia harus buru-buru ke tempat kerja. Sambil memaki-maki polisi.
“Aku mau kerja, kalian jangan cari gara-gara sama aku. Kalau mau tilang, tilang STNK, nggak boleh kereta,” kata pria dalam video itu.
Mungkin si polisi emosi dan akhirnya terjadilah pemukulan ke pemuda hingga ia terlentang di tanah.
Dilansir dari indozone.id, polisi yang memukul pemotor itu Anggota Satlantas Polresta Deliserdang, Aipda Gl. Setelah insiden di Jalan Lintas Sumatera, Simpang Cemara, Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang itu, ia telah dinonaktifkan.
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi mengatakan, Aipda Gl dinonaktifkan dalam rangka menjalani pemeriksaan dan pembinaan di Propam Polresta Deli Serdang.
“Mudah-mudahan ini kejadian terakhir dan menjadi koreksi bagi personil Polresta Deli Serdang sebagai pelayan, pelindung, pengayom masyarakat,” kata Yemi, Kamis sore.
Yemi juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas tindakan anak buahnya itu.
“Atas nama pimpinan Polda Sumatera Utara, Bapak Kapolda, Kapolresta Deli Serdang, saya mengucapkan permohonan maaf,” ujarnya.
Yemi menegaskan bahwa pihaknya tidak menolerir tindakan pemukulan terhadap siapa pun karena itu merupakan perbuatan melanggar hukum.
“Kalau ada razia, jangan pakai tangan. Jika ada kesalahan pengendara yang melanggar lalu lintas, jangan main tangan,” katanya.
EMbe







