• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Selasa, 21 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nusantara

Cerita Guru 4 Jam Ceramah Muridnya Sampai Pingsan

  • Jumat, 24 September 2021 18:01
FacebookTwitterWhatsApp
Ilustrasi Banjarmasin post

Penanews.id, SULSEL – Tanggal 16 September 2021 adalah hari nahas buat sekumpulan murid kelas 7, 8, dan 9 SMP Negeri 3 Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mereka mendapati diri terkurung selama empat jam bersama seorang guru bernama Usman.

Baca Juga:

Fedrik Adhar Jaksa Kasus Penyiraman Novel Baswedan Meninggal Dunia

Sembari mengunci pintu, Usman terus-terusan menceramahi para murid sejak jam 11.00 hingga 15.00. Masalahnya, para murid yang tidak bisa keluar jadi kelaparan. Beberapa murid dilaporkan sampai pingsan karena terlalu lama dipaksa mendengar ceramah. 

Bagi murid senior kelas 8 dan 9, apa yang dilakukan Usman bukan hal baru. Di sekolah itu, sang guru dikenal punya riwayat gangguan kejiwaan dan pernah mengurung siswa berjam-jam di satu sekolah di Sulawesi Tengah, tempat kerjanya terdahulu.

Namun, para murid kelas 7 disebut ketakutan pada ceramah berlebihan ini. Aksi “pendisiplinan” Usman viral setelah akun Facebook Eddha Sikki mengunggah cerita tersebut di grup “Info Bone Terkini” .

Gara-gara viral inilah Kepala Sekolah SMPN 3 Dua Boccoe Andi Sanawiah buru-buru mengirim surat penjelasan kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Bone Nursalam. 

Setelah mendapat penjelasan soal kondisi kesehatan Usman, semua pihak pilih memaklumi “tindakan aneh” itu.

“Bukan penyekapan karena guru dan siswa itu sama-sama di dalam kelas. Guru itu mengaku ceramah. Bukan [dari] jam tujuh, melainkan guru itu ceramah dari jam sebelas hingga jam tiga sore,” kata Nursalam, dilansir CNN Indonesia. 

Sebelum kasus ini, sudah ada laporan tentang temuan ASN dengan gangguan kejiwaan di berbagai institusi pemerintahan. 

Rata-rata diperlakukan sebagai pekerja yang berhak untuk terus bekerja, sembari diberi pemahaman bahwa penyakit tersebut bisa disembuhkan. Masalahnya, kebijakan ini sangat relatif, tergantung institusi yang menaungi si ASN.

Berbagai kasus menunjukkan institusi pemerintahan belum punya standari operasi (SOP) apabila ada ASN divonis mengalami gangguan kejiwaan.

Memang ada contoh yang bagus. Di Kudus, Jawa Tengah pada Januari 2020, seorang ASN guru SD diberitakan lolos dari pemecatan setelah mangkir kerja selama 176 hari. 

Pasalnya, setelah diselidiki, ia tidak masuk kerja karena tengah berjuang melawan gangguan kejiwaan yang ia  derita. 

Plt. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kudus Catur Widyatno sendiri membenarkan,  gangguan kejiwaan yang terjadi pada guru tersebut membuatnya harus menjalani pengobatan sehingga tak bisa masuk kerja.

Di Serang, Banten, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat juga patut diapresiasi. Saat menemukan ada lima ASN terindikasi punya gangguan kejiwaan, pimpinan langsung memberikan fasilitas dan akses pengobatan.

“Ada dua PNS yang sakit jiwa di Ciomas dan sudah kita jemput bola dibawa ke psikiater. Satunya penjaga di UPTD [bagian dari Dinas PUPR], satunya lagi guru. Keduanya laki-laki, yang satu sudah parah, sekarang fase pengobatan,” ujar Kasubbid BKD Serang  Bina Barleyantina  dilansir Radar Banten.

Bina menyebut, ASN dengan gangguan kejiwaan tetap bisa bekerja di bawah pengawasan pimpinan dan BKD. Bagi ASN yang tengah berjuang mengobati penyakitnya tersebut, Bina bilang mereka berhak mengambil cuti berobat selama dua pekan.

Apabila setelahnya masih juga sakit, yang bersangkutan berhak mendapat cuti sakit satu tahun.

Sumber: vice.com

Tags: 4 jam ceramahCeramahCerita guruMuridnya sampai pingsanSumatera Selatan
200
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

9 bulan yang lalu
75
Diduga Kelelahan, Warga Surabaya  Hantam Fuso yang Sedang Parkir

Diduga Kelelahan, Warga Surabaya Hantam Fuso yang Sedang Parkir

11 bulan yang lalu
54
Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

1 tahun yang lalu
70
Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

1 tahun yang lalu
53
Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

2 tahun yang lalu
103
Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

2 tahun yang lalu
58
Berikutnya
Hari Tani Nasional Tahun Ini, Dispertahotbun Bangkalan Minim Program

Hari Tani Nasional Tahun Ini, Dispertahotbun Bangkalan Minim Program

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.