Baca Juga:

Penanews.id, SURABAYA – Nilai ekspor Jawa Timur pada Juli menurun hingga 17, 75% jika dibandingkan bulan Juni 2021.
Data menyebut pada Juli total nilai ekspor Jatim mencapai USD 1,69 miliar. Ini lebih kecil dibanding nilai ekspor bulan Juni yang mencapai USD 2.06 miliar.
Kendati menurun, namun jika dibanding dibandingkan pada periode yang sama tahun 2020 dengan nilai 1,57 miliat USD, maka nilai ekspor di Jatim meningkat sebesar 7,33 persen.
Tak hanya ekspor saja yang merosot. nilai importasi di Jatim pada Juli lalu di angka USD 2,31 miliar. Nilai ini merosot sebesar 6,25%, jika dibandingkan dengan bulan Juni 2021 yang mencapai USD 2,27 miliar.
Berdasarkan keterangan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur yang dilansir dari https://jatim.bps.go.id menyebutkan, Neraca perdagangan Jawa Timur selama bulan Juli 2021 mengalami defisit sebesar USD 438,91 juta.
Defisit ini disebabkan karena adanya selisih nilai perdagangan yang negatif baik pada sektor migas maupun pada sektor nonmigas.
Selisih nilai perdagangan pada sektor migas adalah defisit sebesar USD 389,12 juta sedangkan selisih nilai perdagangan pada sektor nonmigas mengalami defisit sebesar USD 49,79 juta.
Red/BPS







