
Penanews.id, TANGERANG – DPRD Kota Tangerang memutuskan membatalkan pengadaan bahan seragam untuk anggota dewan tahun ini.
Keputusan ini diambil setelah rencana itu ramai dikritik warganet. Kemarahan warga Tangerang pada para wakil rakyat ini karena dua hal.
Pertama anggaran pengadaan bahan seragam yang mencapai Rp 1,2 miliar dianggap terlalu mahal. Juga dinilai tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang tengah sulit ekonomi akibat pandemi.
Alasan kedua karena kabarnya 5 stel seragam untuk tiap anggota DPRD itu akan menggunakan bahan merk-merek haute couture seperti Louis Vuitton.
Ini rincian 5 stel seragam itu: 2 setel pakaian dinas harian berbahan Louis Vuitton, 1 setel pakaian sipil resmi merek Lanificio Di Calvino, 1 setel pakaian sipil harian merek Theodore, dan 1 setel pakaian sipil lengkap merek Thomas Crown.
Untuk pengadaan bahan lima stel seragam ini dianggarkan Rp675 juta. Lalu ongkos jahit disebut bernilai Rp600 juta.
Jadi jika direrata, tiap setel pakaian dewan Kota Tangerang ini memakan biaya Rp2,7 juta untuk bahan dan Rp2,4 juta untuk jahit.
“Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang kami lakukan tadi, akhirnya diputuskan bahwa pengadaan pakaian dinas tahun 2021 dibatalkan,” kata Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo, pada Selasa (10/8), dilansir dari vice.com.
Penyebutan merk-merk mahal itu mengundang banyak tanya. Emang iya, dengan uang Rp 5,1 juta, sudah bisa dapat satu stel produk Louis Vuitton?
Setelah ramai penyebutan merk ini,
Louis Vuitton Indonesia telah mengonfirmasi bahwa mereka enggak jual kain meteran.
“LV tidak pernah ada segmen bisnis untuk penjualan fabric material or uniform,” terang Communication Manager Louis Vuitton Indonesia Eunike Santosa dilansir CNN Indonesia, Selasa (10/8).
EMbe







