
Penanews.id, BANGKALAN – Petani padi di Desa Buluh, Kecamatan Socah, Bangkalan, mengeluh hasil panen pada musim kemarau tahun ini merosot tajam.
“Hasil panen saat ini jauh merosot jika di bandingkan saat musim hujan,” kata Rahmat, salah seorang petani, Jumat (23/7/2021).
Menurut Rahmad, ada dua hal yang menyebab panen padi merosot. Pertama disebabkan oleh serangan hama tikus. Kedua, disebabkan sulit air sehingga membuat padi tidak tumbuh dengan subur.
“Selain tikus, juga perairan kurang memadai, karena sering terjadi ketika ladang diisi besoknya air langsung habis,” ujar dia.
Rahmat mencerikatan di musim penghujan hasil panen dari sawah yang digarapnya bisa mencapai 70 sampai 75 karung, namun saat ini hasil panen hanya separuhnya.
“Panen saat ini hanya menghasilkan 35 karung gabah,” ucap dia.
Dirinya mengaku, segala cara sudah di lakukan supaya hasil panen tidak merosot begitu parah, karena kejadian di tahun sebelumnya hanya turun 10 sampai 20 persen.
“Tahun sebelumnya tidak begitu parah jika dibandingkan tahun sekarang.” Pungkasnya.
SAE







