• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 12 Juni 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nusantara

Operasi-operasi Kotor Israel

  • Minggu, 23 Mei 2021 17:07
FacebookTwitterWhatsApp
Ilustrasi dari liputanislam.com

Oleh: Bagja Hidayat

SETIAP wartawan punya cita-cita mencapai apa yang dilakukan Ronen Bergman: menulis buku tentang operasi intelijen berdasarkan dokumen rahasia dan wawancara para agennya. Buku Rise and Kill First: The Secret History of Israel’s Targeted Assassinations menghimpun seribu wawancara dan dokumen yang mencatat operasi gelap intelijen Israel membunuh musuh-musuh mereka.

Ronen, wartawan spesialis intelijen dari Yedioth Ahronoth, koran terbesar Israel, mengambil kalimat dalam Talmud untuk judul buku yang terbit Februari lalu ini. “Jika seseorang datang hendak membunuhmu, bangun dan bunuh ia terlebih dahulu.” Ini kutipan yang pas untuk menggambarkan motif dan latar belakang operasi-operasi gelap itu.


Israel merasa sebagai bangsa yang tersisih sejak Inggris mengokupasi wilayah Yerusalem. Holocaust di Jerman mengukuhkan sikap inferior itu, melahirkan dendam kesumat, dan diwariskan di kalangan bangsa ini. Perasaan terancam ini membuat mereka akan menyerang lebih dahulu siapa saja yang menghalangi pendirian negara Israel.

Selama delapan tahun, Ronen memburu mereka yang terlibat dalam operasi-operasi gelap itu. Dari buku ini kita tahu Mossad, kependekan dari HaMossad leModiʿin uleTafkidim Meyuḥadim atau Badan Intelijen dan Operasi Khusus Israel, menciptakan sel-sel tertutup untuk pelbagai operasi. Maka jika Mossad disebut “negara dalam negara Israel”, sel-sel itu adalah organisasi di dalam organisasi Mossad.

Narasumber Ronen bercerita dengan detail setiap operasi hingga keterlibatan agen negara lain, terutama Amerika dan Rusia. Ronen mengecek silang cerita mereka ke dokumen-dokumen rahasia yang diterbitkan lembaga itu dan memverifikasinya ke narasumber yang menjadi targetnya.

Ronen tak melulu bercerita kisah sukses Israel membunuh musuh mereka, dalam lebih dari 2.700 operasi selama tahun 1970-an, tapi juga operasi-operasi yang gagal. Rupanya, banyak juga operasi Mossad yang keliru bahkan mandek di tengah jalan karena musuh mereka ternyata lebih lihai.

Kegagalan Mossad terutama ketika mereka memburu pemimpin-pemimpin Palestina. Sebuah operasi yang disiapkan dengan matang dan detail membunuh Yassir Arafat di Libanon berakhir dengan ditarik-mundurnya agen intelijen dari darat-laut-udara karena orang yang menjadi target mereka ternyata Arafat-palsu. Arafat menghilang ketika mereka mengintainya.

Atau operasi membunuh Ali Hassan Salameh, seorang pemimpin Pembebeasan Rakyat Palestina (PLO) di Norwegia. Agen-agen Israel berhasil membunuhnya di jalanan, di samping istrinya yang tengah hamil. Ternyata orang yang dibunuh itu hanya petugas kebersihan hotel asal Maroko. Ia diburu karena wajahnya sangat mirip Salameh.

Informasi tentang pembunuhan Salameh itu diperoleh Ronen dari wawancara dengan agen-agen yang terlibat, juga dokumen Mossad. Ia lalu mengkonfirmasikan cerita itu kepada istri yang tengah hamil itu. Jawaban melalui email mengkonfirmasi semua cerita dari sisi agen Israel itu. Pada akhirnya, Salameh yang asli meninggal di Libanon, meledak oleh bom yang dipasang agen-agen Mossad di dalam mobilnya seusai makan malam.


Mossad memakai segala cara untuk menghilangkan musuh-musuh mereka. Pembunuhan, penculikan, penyiksaan, penyusupan, hingga pemakaian racun dengan taktik paling tak masuk akal. Salah satunya operasi membunuh Wadie Haddad, pemimpin PLO paling dicari setelah Arafat.

Mossad menanamkan agennya—Ronen hanya bisa melacak sandinya: Sadness—menjadi orang dekat Wadie hingga berhasil mengoleskan talium ke sikat giginya. Radioaktif itu menggerogoti tubuh Wadie pelan-pelan.

Baca Juga:

Dokumennya Bocor, Israel Akui Ingin Pindahkan Paksa Warga Palestina Secara Permanen

Tangis Pecah Saat Istighosah Untuk Palestina di SMAN 4 Bangkalan

Ia meninggal pada 29 Maret 1978, sepuluh hari setelah tiba di sebuah rumah sakit di Jerman Timur. Dalam catatan forensik yang disedot Mossad, dokter hanya menyebut ia mati karena pendarahan otak dan pneumonia.

Hingga pagina terakhir buku setebal 750 halaman ini tak ditemukan operasi terakhir membunuh Arafat. Seperti di banyak operasi lain, Israel menolak mengakui terlibat dalam kematian Arafat pada 2004.

Sejak 1974, sejak Arafat berpidato di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mossad memutuskan berhenti memburunya dan memilih menyisir orang-orang dekatnya terlebih dahulu, satu-per-satu, dalam operasi-operasi yang brutal.

*) artikel ini diambil dari blog penulis: catataniseng.com

Tags: IsraelOperasi kotor IsraelPalestinaSejarah mossad
87
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

11 bulan yang lalu
84
Diduga Kelelahan, Warga Surabaya  Hantam Fuso yang Sedang Parkir

Diduga Kelelahan, Warga Surabaya Hantam Fuso yang Sedang Parkir

1 tahun yang lalu
54
Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

1 tahun yang lalu
71
Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

1 tahun yang lalu
53
Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

2 tahun yang lalu
103
Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

2 tahun yang lalu
59
Berikutnya
Menteri Tjahjo Minta PNS yang Jual Belikan Vaksin Covid-19 Dipecat

Menteri Tjahjo Minta PNS yang Jual Belikan Vaksin Covid-19 Dipecat

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.