• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 15 Mei 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Cerita Risma Stop Bantuan Sosial Tunai

  • Minggu, 11 April 2021 11:41
FacebookTwitterWhatsApp

Penanews.id, JAKARTA- Menteri Sosial Tri Rismaharini telah mengumumkan program Bantuan Sosial Tunai (BST) resmi berakhir pada April 2021 dan tidak diperpanjang dengan alasan tidak ada anggaran.

Akan tetapi, Kementerian Keuangan justru belum menerima usulan apapun dari Risma untuk kebutuhan anggaran perpanjangan program ini.

“Sejauh ini belum ya,” kata Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Kemenkeu, Purwanto, saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 11 April 2021.

Menurut dia, Kemenkeu saat ini dalam posisi menunggu saja. Purwanto menyebut pihaknya memang tidak bisa menjanjikan pasti ada anggaran untuk berapapun kebutuhan yang diajukan Risma.

Tapi jika memang ada usulan, maka Kemenkeu akan menganalisis kecukupan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tersedia untuk program ini dan program bantuan sosial lainnya.

Baca Juga:

Kronologi Risma Marah, Sampai Menunjuk-nunjuk Korkab PKH

Kemensos Hapus Bantuan Sosial Tunai

“Kami masih ada beberapa cadangan di klaster perlindungan sosial,” kata dia.

Lalu jika usulan sudah masuk, pembahasan bersama akan dilakukan. Barulah nantinya Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang akan memutuskan kelanjutan dari program BST ini dalam sidang kabinet.

Dari informasi yang dihimpun Tempo, Kemenkeu bisa saja menyesuaikan anggaran untuk perpanjang program BST ini sepanjang ada usulan. Hanya saja, sejauh ini memang Risma yang belum mengusulkan resmi ke Kemenkeu.

BST adalah salah satu program bantuan tunai yang diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 4 Januari 2021. Selain BST, ada juga Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Khusus untuk BST, total penerimanya mencapai 10 juta keluarga dengan besaran Rp 300 ribu per keluarga. Anggaran Rp 12 triliun disiapkan untuk penyaluran selama empat bulan, dari Januari sampai April 2021.

Awalnya, bantuan hanya disiapkan sebesar Rp 200 ribu per keluarga selama enam bulan, Januari sampai Juni 2021. Tapi dengan berbagai pertimbangan, bantuannya ditetapkan sebesar Rp 300 per keluarga seperti tahun 202. Namun, jangka waktu diperpendek jadi empat bulan.


Lalu pada 31 Maret 2021, Risma mengumumkan bahwa BST ini tidak akan diperpanjang. “Enggak ada anggaranya untuk itu,” kata Risma di Jawa Barat, dikutip dari Antara.

Pernyataan Risma ini kemudian menuai kritikan, salah satunya dari anggota Komisi VIII DPR Hidayat Nur Wahid. Ia menyayangkan sikap Risma yang menghentikan BST.

Menurut dia, pemerintah sudah menyiapkan anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang mencapai Rp 700 triliun sepanjang 2021.

“Mensos seharusnya punya daya juang dan memaksimalkan kemampuan blusukannya untuk membela rakyat,” kata dia keterangan tertulis pada 5 April 2021.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Kementerian Sosial, Asep Sasa Purnama, belum memberikan banyak jawaban soal kabar anggaran ini.

“Kemenkeu yang mempunyai kewenangan (soal ketersediaan dan penyediaan anggaran),” kata dia saat dihubungi.

Tempo juga mengkonfirmasi soal usulan yang belum diajukan ke Kemenkeu. Asep menyebut masalah ini harus dijawab langsung oleh Risma. Tempo mencoba menghubungi Risma, tapi sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban.

Sementara, Kepala Biro Humas Kemensos Sonny W. Manalu menegaskan penyaluran BST tetap akan berakhir April 2021.

“Di Kemensos sudah final, kecuali ada ada kebijakan presiden, Kemensos siap menindaklanuti,” kata dia saat dihubungi pada 9 April 2021.

sumber: tempo.co

Tags: Anggaran BSTBantuan sosial tunaiRisma Menteri sosialRisma stop BST
58
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

5 bulan yang lalu
21
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

6 bulan yang lalu
34
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

6 bulan yang lalu
36
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

6 bulan yang lalu
23
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

12 bulan yang lalu
58
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

12 bulan yang lalu
45
Berikutnya
Joget di Tiktok, Miss Papua Nugini Dipecat

Joget di Tiktok, Miss Papua Nugini Dipecat

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.