
penganut aliran Hakekok mandi bersama tanpa busana di sebuah rawa
penanews.id, BANGKALAN – Ada motif ekonomi dibalik kemunculan aliran sesat Hakekok di Pandeglang, Banten.
Arya, 52 tahun, ketua aliran Hakekok, mengaku mengikuti aliran itu karena tergiur bisa kaya mendadak.
Arya yang sudah lama hidup kekurangan, tak berfikir panjang mengiyakan ajakan bergabung ke aliran yang ternyata menyimpang dari ajaran Islam itu.
“Saya mengaku salah dan minta maaf, bantu saya menunjukkan jalan bertobat,” kata Arya seperti ditirukan Ketua MUI Kabupaten Pandeglang Tubagus Hamdi Ma’ani kepada Tempo.co, Sabtu 13 Maret 2021.
Arya belajar aliran ini dari seorang yang dianggapnya guru di Bogor, Jawa Barat. Orang itu mengaku suruhan Imam Mahdi yang nanti akan memberi kekayaan.
Namun setelah bertahun-tahun mengamalkan ajarannya, Arya kesal karena kekayaan yang dijanjikan tak juga menjadi kenyataan.
Dia mengungkapkan rasa kesalnya itu ke belasan pengikutnya yang tak lain masih kerabatnya sendiri.
“Karena sudah menunggu lama tidak kaya kaya, kita banyak dosa, tidak ada yang bisa membersihkan. Saya juga tidak bisa. Hanya air yang bisa membersihkan. Kita mandi bersama dan setelah mandi pulang ke rumah masing-masing.”
Maka ritual mandi bersama itu pun dilaksanakan sebuah rawa dalam Perkebunan Sawit PT Globalindo Agro Lestari (GAL) di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.
Seseorang kemudian merekam ritual itu sehingga viral di media sosial. Dan harapan mereka berakhir di Kantor polisi.
Menurut polisi, pembuat ajaran Hakekok bernama Abah Edi (almarhum). Kemudian diteruskan oleh Arya dengan ajaran Balaka Suta Pimpinan Abah Surya.
EMBE







