• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Minggu, 19 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Ada Virus Baru Lur! Namanya Nipah…

  • Kamis, 28 Januari 2021 10:36
FacebookTwitterWhatsApp
jangan lupa pakai masker

penanews.id, JAKARTA– Virus Nipah menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Saat pandemi Covid-19 masih memukul berbagai sendi kehidupan, virus Nipah menjadi sorotan karena ilmuwan di sejumlah Asia menyampaikan kasus yang terjadi di negaranya.

Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan virus Nipah pertama diketahui pada 1998 di Malaysia.

Baca Juga:

Menguak Asal Usul Virus Corona

Obat Lawas Ini Efektif Menyembuhkan Pasien Corona, Begini Reaksi WHO

Virus tersebut kemudian menyebar ke sejumlah negara, seperti Thailand, India, Singapura, Cina, dan Bangladesh.

Sebagaimana Covid-19 yang menyebar melalui perantara kelelawar, virus Nipah juga bertransmisi lewat kelelawar, khususnya kelelawar buah dan babi.

“Infeksi virus Nipah adalah penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung dari orang ke orang,” demikian tertulis di laman resmi WHO.

Seseorang yang terinfeksi virus Nipah akan merasakan gangguan pernapasan hingga peradangan pada jaringan otak hingga mengganggu kerja saraf atau ensefalitis. WHO menyatakan belum ada obat atau vaksin khusus virus Nipah.

Direktur Eksekutif Access to Medicine Foundation, sebuah nirlaba yang berbasis di Belanda, Jayasree K. Iyer mengatakan wabah virus Nipah yang terjadi di Cina, dengan tingkat kematian hingga 75 persenberpotensi menjadi risiko pandemi besar berikutnya. “Virus Nipah merupakan penyakit menular yang bisa meledak kapan saja,” kata Jayasree K. Iyer seperti dikutip dari The Guardian.

Virus Nipah masuk dalam daftar sepuluh penyakit menular WHO yang memiliki risiko kesehatan terbesar. Di dalam daftar penyakit menular itu juga ada Mers dan Sars. Dua penyakit ini sama-sama dipicu oleh virus Corona yang memiliki risiko kematian lebih tinggi dari Covid-19, namun tidak terlalu mudah menular.

Kelelawar buah diduga menjadi inang alami dari virus Nipah. Masa inkubasi virus Nipah mencapai 45 hari. Artinya, jika dalam periode itu orang yang terinfeksi tidak menyadari kondisinya, maka virus ini dapat menyebar antarmanusia dengan jangka waktu yang cukup lama.

Virus Nipah dari kelelawar dapat menyebar ke berbagai hewan yang dikonsumsi manusia. Bisa juga lewat buah yang terkontaminasi virus Nipah dari kelelawar buah tadi. Dan transmisi virus dari manusia ke manusia. Bangladesh dan India adalah dua negara yang pernah mengalami pandemi virus Nipah yang diduga dipicu dari jus kurma.

Kelelawar buah keluar pada malam hari dan hinggap di pepohonan perkebunan kurma. Kelelawar itu mengambil sari buah dan meninggalkan kotoran setelahnya. Petani kemudian mengambil buah tersebut dan ini bisa menjadi awal kontaminasi virus ke manusia.

Secara alami, kelelawar buah hidup di hutan lebat dengan banyak pohon buah-buahan. Para peneliti menyimpulkan kebakaran hutan dan kekeringan memaksa kelelawar keluar dari habitat aslinya dan mencari makanan ke perkebunan di sekitarnya. Saat di bawah tekanan, kelelawar akan melepaskan lebih banyak virus, termasuk virus Nipah, karena stres.

sumber: tempo.co

Tags: virus baru duniavirus nipahWHO
51
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

4 bulan yang lalu
20
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

5 bulan yang lalu
34
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

5 bulan yang lalu
34
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

6 bulan yang lalu
22
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

11 bulan yang lalu
57
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

11 bulan yang lalu
41
Berikutnya
Awalnya Ditawari Kerja, Berakhir Jadi Pelacur

Awalnya Ditawari Kerja, Berakhir Jadi Pelacur

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.