Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Kamis, 5 November 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Investigasi Tempo: Alat Rapid Tes Biozek Bermasalah

TwitterFacebookWhatsApp

Penanews.id, JAKARTA – Biozek, alat uji cepat atau rapid test Covid-19 yang didatangkan Kimia Farma dari Belanda diduga bermasalah.

Hasil investigasi Tempo bersama Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) justru menemukan bahwa alat itu produksi Cina, bukan Belanda.

Baca Juga:

Mulai Besok, Masuk Jakarta Wajib Rapid Tes Antigen

Direktur Produksi dan Supply Chain Kimia Farma Andi Prazos menuturkan kesepakatan dengan Perusahaan Farmasi Inzek Internasional Trading BV di Belanda terjadi pada awal April 2020.

Ia menyakini Biozek benar-benar diproduksi di Apeldoorn, Gelderland, Belanda. Kepercayaan itu diperkuat mana kala Inzek memperbolehkan Kimia Farma datang mengunjungi mereka.

“Ada sejumlah produsen yang tidak memperbolehkan kami menemui mereka, sehingga kami tidak jadi deal,” ucap Andi seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi Senin, 11 Mei 2020.

Berdasrkan penelusuran OCCRP bersama Tempo menunjukkan Biozek bikinan Hangzhou Alltest Biotech Co. Ltd di Cina. Alat rapid test Covid-19 tersebut hanya dikemas ulang di Belanda.

Chief Executive Officer Inzek international Trading BV Zeki Hamid mengatakan situs Biozek tak bermaksud menyebut alat itu diproduksi di Belanda.

“Melainkan merupakan merek Belanda,” kata Zeki.

Alat uji cepat Covid-19 itu ditemukan memiliki akurasi yang buruk. Sedangkan Hangzhou Alltest Biotech Co. Ltd mengklaim Biozek memiliki akurasi di atas 90 persen dalam mendeteksi dua sistem antibodi saat tubuh terkena infeksi bakteri, kuman, atau virus.

Berdasarkan beberapa penelitian, salah satunya adalah Studi non-peer review dari Spanyol, menemukan dari 55 sampel positif berdasarkan tes PCR lebih dari setengahnya dinyatakan negatif palsu melalui pengujian Alltest.

“(Hasil) Negatif palsu adalah bencana,” ucap Marien de Jonge, ilmuwan yang terlibat dalam penelitian Coronavirus Disease.

SUMBER: tempo.co

Tags: investigasi temporapid tes bermasalah
70
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Pekan Raya Bangkalan 2026, Bukan Sekedar Panggung Seremonial

1 minggu ago
19
Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

11 bulan ago
30
Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

12 bulan ago
34
Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

1 tahun ago
140
Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

1 tahun ago
124
Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

1 tahun ago
69
Next Post
Lima Perempuan Perkasa

Lima Perempuan Perkasa

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In