• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Sabtu, 6 Juni 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nusantara

Tragedi Sungai Sempor Tewaskan 10 Siswa, Siapa Bertanggung Jawab?

  • Minggu, 23 Februari 2020 15:43
FacebookTwitterWhatsApp
Tim SAR saat mencari siswa yang hanyut di sungai Sempor

penanews.id, YOGYAKARTA – Kegiatan susur Sungai Sempor yang diadakan Jumat sore, 21 Februari 2020, berujung tragis. Sebanyak 249 siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta, yang mengikuti kegiatan Pramuka terseret arus sungai yang mendadak menjadi deras dan debit airnya meninggi karena hujan.

Akibatnya, 10 pelajar ditemukan meninggal karena tenggelam. Dua mayat terakhir ditemukan pagi tadi. Penemuan korban itu sekaligus mengakhiri pencarian.

Baca Juga:

Dikritik PGRI, Polisi yang Gunduli Guru Tersangka Susur Sungai Diperiksa Propam

Kepolisian Polda DI Yogyakarta menyatakan telah memeriksa tujuh Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Sleman yang mendampingi siswa dalam kegiatan, seorang pembina berinisial IYA sebagai tersangka.

Pembina Pramuka  sekaligus guru olaharaga itu dibidik  pasal berlapis yakni; dugaan kelalain yang menyebabkan orang lain luka-luka dan kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. 

Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka juga akan segera memproses IYA. Temuan sementara Kwarnas, pembina tidak berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua dalam kegiatan itu.

“Pembina bertindak sendiri, tidak ada surat kepada orang tua, juga pihak Kwartir ranting,” ujar Kepala Pusat Informasi Kwarnas Pramuka, Guritno saat dihubungi Tempo pada Ahad, 23 Februari 2020. 

Guritno mengatakan, pembina seharusnya berkoordinasi dan meminta izin kepada semua pihak sebelum melakukan kegiatan itu. Mulai dari kepala sekolah, orang tua semua siswa, aparat desa, kecamatan, TNI/Polri, Kwartir Ranting, Kwartir Cabang, dan masyarakat.

Kendati demikian, kata Guritno, kasus ini bukan hanya tanggungjawab pembina sendirian, melainkan juga pihak sekolah. “Sekolah harus bertanggungjawab.”

Tak bisa mengelak walau kepala sekolah mengaku tidak merasa diberitahu. “Seharusnya kepala sekolah menjalankan fungsi kontrol sebagai penanggung jawab semua kegiatan siswa/sekolah.” (EMBE/korantempo.co)

Tags: Korban tewas susur sungaiTragedi sungai Sempor
93
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

11 bulan yang lalu
84
Diduga Kelelahan, Warga Surabaya  Hantam Fuso yang Sedang Parkir

Diduga Kelelahan, Warga Surabaya Hantam Fuso yang Sedang Parkir

1 tahun yang lalu
54
Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

1 tahun yang lalu
71
Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

1 tahun yang lalu
53
Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

2 tahun yang lalu
103
Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

2 tahun yang lalu
59
Berikutnya
Titik Koordinat Perahu Rombongan Pengantin Yang Hilang Kontak Masih Buram

Titik Koordinat Perahu Rombongan Pengantin Yang Hilang Kontak Masih Buram

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.