• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Rabu, 14 Januari 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Ekonomi

Pendapatan Ojek Online: Dulu Rp 11 Juta Sebulan, Sekarang….

  • Sabtu, 22 Februari 2020 11:08
FacebookTwitterWhatsApp

penanews.id, JAKARTA – Di awal kemunculan ojek online pada 2016, para pengemudinya bisa meraup pendapatan hingga Rp 11 juta per bulan. Kini, mereka mengeluh pendapatan menurun tajam karena orderan kian sepi.

Muhammad Hidayat (31 tahun) cerita saat pertama kali ngojek tahun 2016, dia bisa mendapat pendapatan dan bonus mencapai Rp 500 ribu perhari.

Baca Juga:

Merasa Ide Ojek Onlinenya Dijiplak, Pria Ini Gugat Go-Jek Rp 25 T

Ojol Bentrok dengan Mata Elang? Siapa Mereka?

Kini, mitra pengemudi ojek online Gojek itu mengaku hanya mendapat Rp 300 ribu per hari atau sekitar Rp 6,6 juta per bulan. Penghasilan itu ia peroleh setelah bekerja delapan jam sehari. “Sekarang harus benar-benar ekstra kerja kalau mau penghasilannya tinggi,” kata dia kepada Katadata.co.id, kemarin (20/2).

Sekitar tiga tahun lalu, ia bisa mendapat 20-30 pesanan sehari. Saat ini orderan sulit didapat. Dulu, ia bisa mendapat bonus Rp 200 ribu setiap hari. “Sekarang hanya Rp 50 ribu,” kata dia.

Mitra Gojek lainnya, Dony Setiawan (35 tahun) menjadi driver ojek online sejak 2015. Dulu, ia menerima 25-30 pesanan per hari. “Sekarang susah. Paling dapat 10 atau 12 orderan,” katanya.

Penghasilan dari bonus pun menurun. Pada 2015, tambahan pendapatan bisa mencapai Rp 100 ribu lebih. Kini hanya Rp 50 ribu.

Hal serupa dialami Febri (42 tahun). Mitra pengemudi Gojek ini bisa meraup penghasilan Rp 300 ribu per hari pada 2016. Kini, pendapatannya sekitar Rp 100 ribu setiap harinya atau Rp 2,2 juta per bulan.

Ia menduga, penurunan pendapatan terjadi karena jumlah pengemudi ojek online meningkat. Febri pun berharap tarif di Jakarta segera naik. “Pasti tetep ada yang minat naik ojek online juga,” katanya.

Selain persoalan jumlah pesanan, mitra pengemudi ojek online Gojek sempat mengeluhkan sistem pemerataan order. Salah satu pengguna Twitter yang mengaku mitra Gojek Ryan mengatakan, sistem baru itu membuat driver harus bekerja lebih lama untuk tutup poin atau mendapat bonus.

Ryan justru lebih setuju dengan sistem sebelumnya yang menerapkan akun prioritas. Untuk masuk akun prioritas, pengemudi harus mau mengambil pesanan sejak pagi dan tidak memilih orderan, serta tak membatalkan pesanan.

Dengan sistem yang disebut Jaeger itu, kata dia, akun prioritas diutamakan dapat pesanan. Namun sistem itu diubah menjadi pemerataan order, karena ada keluhan dari pengemudi yang tidak masuk prioritas.

“Dari akun prioritas, sekarang akunnya down karena sistem pemerataan order,” kata Ryan melalui akun Twitter-nya @ryan_nus, kemarin (20/2). Cuitan itu disertai foto rekan-rekan pengemudi ojek online Gojek lainnya.

Ryan mengatakan, biasanya pengemudi bisa tutup poin selama enam hingga delapan jam. “Sekarang harus bekerja 12 jam. Capek menunggu order,” katanya, pekan lalu (11/2).

Padahal, dalam Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), rata-rata penghasilan mitra Gojek melebihi upah minimum kabupaten/kota (UMK) pada 2018. Di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai Rp 4,9 juta per bulan. UMK di wilayah ini sekitar Rp 3,8 juta per bulan.

Saat ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengkaji tarif ojek online. Kementerian telah mengevaluasi tingkat kemampuan konsumen dan menerima masukan dari YLKI.

“Intinya YLKI inginnya tidak naik. Kami tegaskan lagi bahwa tidak akan ada kenaikan tarif ojek online kalau tidak ada peningkatan layanan,” ujar Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani mengatakan pihaknya kepada Katadata.co.id, Senin (17/2).

Kini, kementerian menunggu masukan dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional. “Hasil survei dan masukan dari berbagai pihak itu kita analisis apakah konsumen mau dengan kenaikan,” kata Yani.

Ada dua opsi dari evaluasi tarif ojek online yaitu tetap dan naik. Kemenhub memperkirakan tarif di daerah akan tetap karena khawatir permintaan menurun. Sedangkan di Jabodetabek, tarifnya diprediksi naik karena permintaan masih tinggi.

Namun dalam evaluasi tarif tersebut, Kemenhub mengacu pada kemampuan membayar atau willingnes to pay (WTP) konsumen. (EMBE)

Tags: Ojek onlinePendapatan ojek online
104
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

4 minggu yang lalu
15
Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

2 bulan yang lalu
20
Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

6 bulan yang lalu
128
Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

7 bulan yang lalu
103
Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

7 bulan yang lalu
54
Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

8 bulan yang lalu
39
Berikutnya
Warga BuLuh Tolak Upaya Pemkab Bangkalan Membuka Segel Pintu Masuk TPA Sampah

Ikuti Syarat Warga, Ra Latief Kunjungi TPA, Ternyata Segel Tetap Tak Dibuka

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.