• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Senin, 20 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Madura Bangkalan

Klarifikasi Kapolres Bangkalan Terkait Bindere Mat Mengajar di Pesantren

  • Jumat, 24 Januari 2020 22:50
FacebookTwitterWhatsApp

penanews.id, BANGKALAN – Kepala Polres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra mengklarifikasi pernyataannya saat jumpa pers penangkapan Bindereh Ahmat Marzuki bahwa tersangka adalah pengajar di sebuah pesantren di Kecamatan Kwanyar.

Menurut Rama, dirinya menyebut Dere Mat pengajar di pesantren, berdasarkan pengakun Dere Mat sendiri saat diperiksa penyidik dan dimuat dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Baca Juga:

Kapolres: Tidak Ada Penculikan Anak di Bangkalan, Kabar Itu Hoax

Polres Bangkalan Gelar Turnamen Pencak Silat, Kapolres: Ini Wadah Menunjukkan Kemampuan

“Jadi saya tidak mengarang-ngarang, apa yang saya sampaikan sesuai pengakuan tersangka dalam BAP,” kata Kapolres Rama, Jumat malam, 25 Januari 2020.

Pernyataan itu kemudian dipersoalkan oleh Ketua MWC NU Kwanyar dan Majelis Keluarga Besar Pondok Pesantren Miftahut Tolibin Pesanggrahan, Imam Fakhrur Rozy. Mereka menilai pernyataan itu sangat merugikan pesantren di Kwanyar karena Dere Mat tak pernah mengajar di pesantren manapun.

Tak ingin protes itu menjadi polemik, Kapolres Rama langsung mengirim polisi ke yayasan yang disebut Dere Mat sebagai pesantren. Hasilnya, pihak yayasan membenarkan Dere Mat pernah mengajar di yayasan itu antara tahun 2011 sampai 2017. Dia mengajar ekstrakulikuler bahasa arab dan syariat.

Dari hasil klarifikasi itu, Kapolres Rama menyimpulkan bagi Dere Mat yayasan itu adalah pesantren dan para siswa walau tak bermukim tetap dianggap sebagai santrinya.

“Jadi ini hanya miskomunikasi, karena keliru pemahamam dari Dere Mat. Dalam waktu dekat saya akan sowan ke Kiai Hannan untuk klarifikasi,” ucap Rama. (EMBE)

Tags: Kapolres BangkalanKlarifikasi Kapolres BangkalanSeorang ustadz di Bangkalan
969
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

2 bulan yang lalu
16
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

2 bulan yang lalu
82
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

4 bulan yang lalu
22
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

4 bulan yang lalu
55
Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

4 bulan yang lalu
23
Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

Tingkatkan Mutu Akademik, UTM Gelar Sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 39/2025

4 bulan yang lalu
26
Berikutnya
MULAI 2020, MENKEU UBAH SKEMA PENYALURAN DANA DESA

MULAI 2020, MENKEU UBAH SKEMA PENYALURAN DANA DESA

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.