• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Kamis, 22 Januari 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Kalau Ada Bupati Bilang Maju Pilkada Modal Dengkul, Mendagri: Saya Ingin Ketemu Orangnya

  • Senin, 18 November 2019 18:54
FacebookTwitterWhatsApp

penanews.id, JAKARTA – Mendagri Tito Karnavian membuat hitungan kasar soal ongkos politik Pilkada. Seorang calon bupati, kata Tito, harus punya modal sedikitnya Rp 30 miliar untuk bisa ikut pilkada. Mereka yang nyalon gubernur jelas lebih mahal lagi.

Dana sebesar itu, antara lain untuk mendapat rekom dari partai politik, agar bisa lolos pencalonan. Biaya kampanye dan biaya non teknis lainnya.

Baca Juga:

Keputusan Mendagri Izinkan Pj Kepala Daerah Pecat ASN, Bertentangan dengan PP

Beda Penafsiran Antara MK dan Mendagri Soal Pj Kepada Daerah dari Perwira Aktif

Menurut Tito, dilansir dari Tempo.co, biaya pilkada yang dikeluarkan para calon itu, jauh lebih besar dibanding gaji yang mereka dapat. Setahun, seorang kepala daerah, gajinya diangka  Rp 12 miliar.

“Kalau ada yang bilang maju pilkada gak bayar, 0 persen, saya mau ketemu orangnya,” ujar Tito sambil tertawa dalam rapat bersama Komite I DPD di Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin, 18 November 2019.

Ongkos politik yang mahal itulah, yang membuat Tito, ingin agar pilkada langsung dikaji ulang lewat d index democracy maturity (IDM) per daerah dan meminta BPS meminta indikator-indatornya.

Ia mengatakan, nanti setelah kajian selesai, daerah dengan IDM Tinggi, bisa tetap menggelar Pilkada langsung. Semantara daetah  yang IDMnya rendah, bupatinya bisa dipilih lewat mekanisme lain misalnya dipilih DPRD.

“Sekali lagi, saya tidak mengatakan kembali ke DPRD, tapi evaluasi dampak positif dan negatif Pilkada langsung. Dan jawabannya, evaluasi dengan kajian akademik,” ungkap Tito.

Tags: Mendagri tito karnavianPilkada langsung dihapusPilkada serentak 2020
25
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

1 bulan yang lalu
6
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

2 bulan yang lalu
24
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

2 bulan yang lalu
30
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

3 bulan yang lalu
16
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

8 bulan yang lalu
51
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

8 bulan yang lalu
31
Berikutnya
APBD Jatim Naik, Banggar: Pembangunan Jatim Islamic Science Park di Bangkalan Bisa Terealisasi

APBD Jatim Naik, Banggar: Pembangunan Jatim Islamic Science Park di Bangkalan Bisa Terealisasi

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.