
Penanews.id, JAKARTA – Dikrektur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar, mengatakan maraknya teror yang dialami oleh mereka yang kritis kepada Pemerintah Indonesia, hanya kian menunjukkan Pemerintah saat ini telah gagal dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Pemerintah makin panik, terbukti makin gagal memimpin, makin menunjukkan pro pada gaya eksploitatif ekonomi,” katanya dikutip dari tempo.co, Senin, 1 Juni 2020.
Teror terbaru dialami komunitas mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum UGM. Teror melalui ancaman pembunuhan itu, menyebabkan dibatalkannya diskusi bertajuk ‘Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’.
Tak hanya penyelenggara diskusi, panelis dalam diskusi itu yakni Guru Besar Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Nimatul Huda juga diteror.
Beberapa orang sempat mendatangi rumah Nikmatin dan menggedor-gedor pintu. beberapa hari kemudian, dia mendapat acaman teror pembunuhan.
Pihak kampus UII tengah menyiapkan berbagai bukti untuk melaporkan ancaman pembunuhan itu ke Polisi. (EMBE)







