Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Kamis, 24 September 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Madura Bangkalan

Sejarah Wabah di Bangkalan

TwitterFacebookWhatsApp
Ilustrasi wabah dari bombastis.co

penanews.id, BANGKALAN – Sejak komunikasi masih seruwet zaman kereta pos hingga zaman internet yang memudahkan orang bertukar kabar cukup dengan klikan jemari, wabah memang selalu identik dengan demam.

Tak terkecuali wabah virus Corona yang telah menjangkiti 93 ribu orang di seluruh di dunia menurut data Jhon Hopkins CESS, juga diawali demam sebagai gejala awal penularan virus Wuhan ini pada manusia.

Baca Juga:

Waduh, Vaksinasi 276 Ribu Ekor Sapi di Bangkalan Butuh Tiga Tahun

Dinkes Bangkalan: Waspadai Penyakit DBD

Selama setahun antara 1960 hingga 1907, demam mewabah di Kabupaten Bangkalan. Dalam Telegram Residen Fokken kepada Gubernur Jendral di Pamekasan 14 Januari 1907 disebutkan bahwa wabah muncul akibat banjir besar yang merendam pusat kota Bangkalan hingga memutus jalur kereta api di Kwanyar.

Untuk mengatasi banjir itu, Pemerintah Kolonial sampai membuat bendungan di Sungai Buduk di Distrik Sapuluh Bangkalan Utara. Padahal saat itu, demam juga tengah mewabah di distrik itu.

Pola pemukiman di Bangkalan yang berkelompok, dalam satu pekarangan berisi empat hingga lima keluarga, ini menyulitkan tim kesehatan yang dikepalai Dr Terburgh kesulitan menjangkau para penderita karena jarak antar pekarangan sangat jauh.

Untuk mempercepat penanggulangan wabah, Patih Bangkalan saat itu memerintahkan Kliwon atau kepala Desa Pejagan untuk mengumpulkan warga ke Balai Pengobatan Dr Terburgh. Dalam buku Madura 1850-1940 yang ditulis Kuntowijoyo disebutkan sang kepala desa gagal mengumpulkan sehingga Patih Bangkalan pun memecatnya.

Cara penanggulangan wabah dengan menyuruh penderita yang datang ke tempat pengobatan rupanya didengar pemerintah kolonial dan Residen Fokken pun memprotes Dr Terburgh cara pengobatan yang demikian. Teguran itu pun membuat petugas kesehatan tak punya pilihan selain mencari penderita dengan mendatang dari rumah ke rumah.

Cara menangani wabah yang keliru di masa lalu ini, nampaknya masih dilakukan pemerintah saat ini. Di Jawa Timur, pemerintah provinsinya justru membuat call center khusus corona berharap warga berinisiatif melapor jika mengalami atau mengetahui ada warga yang sakit dengan gejala umum penularan virus yang berasal dari kalelawar itu.

Call center secara tak langsung petugas baru akan bekerja berdasarkan laporan, kalau tak ada laporan masuk bisa jadi dianggap aman. Lagi pula, gejala Corona adalah demam, batuk dan flu. Seorang awam pasti sulit membedakan mana demam biasa dan mana yang karena Corona.

Mestinya, Puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan desa mestinya yang digerakkan untuk memantau kesehatan di desa. Bila ditemukan gejalanya Corona, petugas puskesmaslah yang menghubungi call center agar para suspect cepat mendapat perawatan.

Seperti ucapan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Puskemas harus dikembalikan ke fitrahnya sebagai tempat edukasi, pencegahan dan deteksi dini penyakit. Bukan berfokus pada pelayanan kuratif dan rehabilitatif yang berorientasi pada layanan kesehatan  berbayar. (EMBE)



Tags: Sejarah Wabah BangkalanVirus coronaWabah demam Bangkalan
71
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Pengedar Sabu di Bangkalan Gunakan Modus Kurir Makanan

Pengedar Sabu di Bangkalan Gunakan Modus Kurir Makanan

1 minggu ago
6
Bukan Jalan-Jalan, Ayah di Madura Ajak Anak 13 Tahun Keliling untuk Curi Motor

Bukan Jalan-Jalan, Ayah di Madura Ajak Anak 13 Tahun Keliling untuk Curi Motor

1 minggu ago
7
Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

7 bulan ago
23
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

7 bulan ago
102
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

9 bulan ago
43
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

9 bulan ago
64
Next Post
Jamaah Haul Sesepuh Ponpes Raudlatul Falihin Membludak, Ini Sudah Biasa dari Dulu

Jamaah Haul Sesepuh Ponpes Raudlatul Falihin Membludak, Ribuan Masyarakat Yang Hadir

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In