
Penanews.id, BANGKALAN- Hari ini, 7 Februari 2022, jadwal serap aspirasi (Reses) awal tahun Anggota DPRD Jawa Timur dinyatakan selesai.
Sebelum ditutup, Mahfud mengakhiri kegiatan resesnya dengan menjaring aspirasi Kader PAC PDI-P Kecamatan Blega, Galis dan Modung. Konang. Ada juga ketua MWCNU Blega KH Hannan sya’roni.
” Saya ucapakan terima kasih kepada bapak Mahfud S.Ag yang telah memperjuangkan kantor mwcnu Blega dan beberpa mwcnu yang lain” ucap beliau dalam sambutannya
Tak hanya itu, Taruna Merah Putih dan REPDAM serta masyarakat sekitar Kecamatan Blega ikut serta pada pemungkas Reses yang berlangsung di RM Lestari, Blega. Senin, 7 Februari 2022 itu.
Dalam kesempatan itu, Mahfud dicurhati masalah kerusakan jalan dan sarana pendidikan. Selain itu, sarana kesehatan juga menjadi atensi dari peserta Reses.
“Kami melihat banyak orang sakit, atau ibu yang melahirkan kesulitan di desa kami terkait transportasi, jadi kami minta ke pak Mahfud untuk diperjuangkan mobil ambulance,” ujar Ketua PAC PDI-P Kecamatan Modung.
Peserta lain, Subairi, mengatakan di Kecamatan Blega jalan kabupaten banyak mengalami kerusakan cukup parah. Misalnya Di Desa Kampao- Ko’olan.
Selain itu, Lanjut dia, adanya bencana banjir musiman di kawasan Blega juga terus menghantui masyarakat.
“Walaupun ada perbaikan jalan di arus utama, malah itu menambah banjir yang sangat merugikan masyarakat Blega” ujar dia.
Sementara, Mahfud dalam menanggapi semua aspirasi itu mengatakan, semua usulan, pertanyaan bahkn kritikan dari masyarkat akan mrnjadi penyemangat untuk berjuang di parlemen. Soal ambulance, lanjut dia, pihaknya berjanji akan memperjuangkan pada tahun 2023.
“Kalau bisa nantinya bukan ambulance, tapi mobil sehat namanya. Terkait jalan kabupaten yang rusak, ini mumpung ada Dinda As’ad sebagai DPRD Bangkalan. Ini tolong segera sampaikan agar segera di anggarkan,” ucap dia.
Untuk banjir Blega, Mahfud membeberkan bahwa Pemprov Jatim pada tahun 2020 telah menganggarkan untuk pengerukan, namun tidak tuntas karena ada kendala dari masyrakat sekitar.
“Dulu juga pernah ada wacana pembuatan bendungan tapi tidak temukan Titik temunya. Saya juga melihat kondisi sungai tidak diperhatikan oleh masyarakat sekitar. Sungainya menyempit karena banyak sampah,” kata dia.
Bendum PAC Ansor Bangkalan itu menyarankan agar masyarakat Blega terlebih dahulu urun rembuk untuk menyelesaikan persoalan banjir.
“Tinggal Masyarakat mau yang mana, apakah itu pengerukan/normalisasi atau bendungan. Kalau sudah urun rembuk baru nanti kami perjuangkan ke provinsi, yang kamu hawatirkan ada penolakan lagi,” ujar dia.
Dalam kesempatan itu, Mahfud juga meminta Kader PDI-P agar tidak segan berkomunikasi dengan masyarakat di setiap kecamatan.
“Saya berharap agar PAC PDI-P ini tidak minder dan bersinergi dengan masyaraka, kita harus bangga pada PDIP, karena kita mampu berjuang dengan bukti nyata, terutama infrastruktur desa di Bangkalan ini, apalagi lembaga pendidikan disetiap tahun nya ada 40-50 lembaga pendidikan kita bantu. Makanya ayok para pengurus PAC ini semangat berkhidmat untuk masyarakat, Sudah menjadi tugas kita untuk terus berjuang agar kesejahteraan di semua bidang tercapaikan” ucap dia.
“Doakan Saya akan memperjuangkan aspirasi yang yang sudah di sampaikan kepada saya, insya Allah tahun depan ini akan diperjuangkan sampai dapat,” imbuh dia.
Abdi







