• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Rabu, 3 Juni 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Ekonomi

Ujicoba Listrik Tanpa Kabel Berhasil

  • Rabu, 19 Januari 2022 09:00
FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

Kolaborasi Jurnalis dan Kaum Muda Surabaya untuk Aksi Iklim

Gara-gara PLN Krisis Batu Bara, Pejabat Ini Dicopot



Penanews.id, JAKARTA – EMROD, sebuah perusahaan rintisan di Auckland, Selandia Baru, coba menghidupkan ide Nikola Tesla lebih dari satu abad lalu. Pada 1901, inventor kelahiran Kroasia ini membangun pembangkit listrik di New York, Amerika Serikat, lalu mengalirkan listrik nirkabel alias transmisi melalui udara. 

Percobaan itu setengah berhasil. Listrik bisa menghidupkan lampu dalam jarak 57 meter. Tesla gagal mengalirkan listrik lebih jauh dari jarak itu. Bekas fondasi pembangkit listrik tersebut kini masih ada di Wardenclyffe, Long Island, seperti dilaporkan The Economist.


Pada 1975, ide ini kembali dicoba oleh NASA di luar angkasa dan keperluan militer. NASA bisa mengalirkan gelombang mikro yang menghantarkan listrik sejauh 1,6 kilometer. Jarak ini menjadi rekor yang bertahan hingga hari ini, sampai Emrod berhasil menguji coba mengalirkan listrik sejauh 200 meter.

Emrod sedang mencoba mengalirkan listrik dari pembangkit tenaga surya sejauh 1,8 kilometer. Jika berhasil, ini inovasi pertama listrik tanpa kabel yang pernah diproduksi. Demonstrasi pertama akan dilakukan bulan ini di lapangan Taranaki.

Untuk uji coba listrik nirkabel ini bekerja sama dengan Ara Ake, pusat pengembangan energi baru Selandia Baru. Emrod juga menjalin kemitraan dengan Powerco, distributor energi terbesar kedua di negara itu.


Sistem transfer listrik nirkabel pada dasarnya mengubah listrik menjadi gelombang elektromagnetik yang dikirim langsung melalui udara ke penerima lalu diubah kembali menjadi listrik untuk digunakan oleh konsumen.

Uji coba jarak 200 meter itu berhasil untuk transfer listrik di dalam gedung Emrod di Auckland. Menurut Greg Kushnir, CEO Emrod, teknologi ini menjanjikan karena akan menopang pemeratan energi hingga daerah-daerah terpencil.

Pasokan listrik untuk daerah terpencil terkendala pembangunan infrastruktur kabel dan pemindahan daya karena membutuhkan alat angkut berat seperti kapal, truk besar, atau helikopter. Greg berambisi menjadikan listrik nirkabel efisien dan harga murah.


Demonstrasi lapangan pada awal tahun ini, kata Greg, akan menjadi uji coba transfer daya nirkabel terbesar di Selandia Baru hingga saat ini dan akan menghasilkan data berharga tentang efisiensi, kinerja, dan keandalan teknologi saat digunakan di lapangan.

“Demonstrasi ini merupakan langkah penting berikutnya dalam upaya kami untuk menghadirkan teknologi transfer daya nirkabel yang aman, efisien, dan terjangkau ke industri yang dapat memberikan dampak terbesar,” kata Greg dalam rilis perusahaan.

Cristiano Marantes, Chief Executive Ara Ake, mengatakan bahwa proyek Emrod bisa mewujudkan misi organisasi, yakni memungkinkan inovasi energi menjadi layak secara komersial.

Sementara kesediaan Powerco mendukung teknologi ini karena melihat potensinya yang besar dalam pemerataan energi. “Uji coba dalam ruangan menunjukkan teknologi bekerja. Sekarang kami ingin melihat bagaimana kinerjanya pada jarak yang lebih jauh dengan output daya yang lebih tinggi,” kata Manajer Transformasi Jaringan Powerco, Ric Barbiellini.

Ric mengatakan teknologi listrik nirkabel memakai fitur sistem keamanan sehingga gelombang elektromagnetik dari listrik itu aman terhadap manusia dan mahluk hidup lainnya. Karena itu, kata Greg, demonstrasi lapangan ini menjadi penting sebagai tonggak baru inovasi energi baru dan terbarukan.

Sumber: forestdigest.com




Tags: Gara-gara PLN krisis batu baraIistrik tanpa kabelKrisis batu baraKrisis iklim
102
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

Tekan Beban Subsidi Energi, Hasani Bin Zuber Sosialisasikan Efisiensi Energi di Bangkalan

6 bulan yang lalu
26
Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

Tanam Hexa Reef, PHE WMO Lestarikan Pesisir dan Dongkrak Pariwisata di Bangkalan

6 bulan yang lalu
31
Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Rumpon, Petronas Disorot Ketua Klebun Pantura

10 bulan yang lalu
138
Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

Pemkab Bangkalan Alokasikan Rp135 Miliar untuk Tiga Program Prioritas Tahun 2025

11 bulan yang lalu
119
Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

Warga Bangkalan Sulap Pembuangan Sampah Jadi Area Budidaya Cabai yang Produktif

12 bulan yang lalu
66
Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

Sapi Milik Warga Bangkalan Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban

1 tahun yang lalu
46
Berikutnya
Harga Minyak Goreng Resmi Rp 14 Ribu di Retail Modern

Harga Minyak Goreng Resmi Rp 14 Ribu di Retail Modern

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.