
Penanews.id, SAMPANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang menyebut, sejumlah desa di Sampang belum maksimal dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Kabid Perekonomian dan Teknologi Tepat Guna (TTG) DPMD Sampang Taufiqurrahman mengatakan, dari 180 desa di Sampang hanya 164 BUMDes terdaftar di Data Desa Center (DDC) Provinsi Jawa Timur.
“Sisanya yakni 16 desa belum terdaftar, secara kelembagaan memang semua desa sudah memiliki BUMDes cuman belum terdaftar,” ucap Taufiqurrahman, Jumat (14/1/2022) kemarin.
Adapun dari jumlah 164 BUMDes itu ada 22 BUMDes yang masuk kategori maju, 55 BUMDes kategori berkembang, dan 87 BUMDes masih pemula.
Dia menjelaskan, 16 desa yang belum terdaftar karena belum melengkapi dokumen-dokumen perencanaan yang dibutuhkan serta adanya desa yang tidak menyertakan modal akibat keterbatasan anggaran dampak COVID-19.
“BUMDes banyak yang tidak berkembang akibat tidak adanya penyertaan modal dari desa, disisi lain karena dampak pandemi sehingga dana desa dialokasikan ke penanganannya,” pungkasnya.
Har







